Purworejo: Orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona (covid-19) di Purworejo, Jawa Tengah, mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Pemberian bantuan untuk menunjang kebutuhan PDP dan ODP yang diisolasi mandiri di rumah.
"Kita berikan bantuan berupa sembako agar mereka (keluarga PDP dan ODP) dapat tetap bertahan di rumah," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian, di Purworejo, Rabu, 1 April 2020.
Paket sembako yang dibagikan ke keluarga terdampak korona berupa 20 kilogram beras, 30 bungkus mi instan, dua kilogram telur dan bahan pokok lainnya. Dia menerangkan bantuan diberikan selama masa tanggap darurat.
"Nanti kita lihat kondisinya seperti apa, dan akan kita evaluasi pemberian bantuan ini. Jika masih membutuhkan lagi ya akan kita berikan bantuan lagi,” imbuh Bastian.
Baca: Polindes dan Poskesdes Sidoarjo Diusulkan untuk Tempat Penanganan Covid-19
Dia menerangkan bantuan berasal dari Dompet Peduli Covid-19, yang merupakan sumbangan ASN dan berbagai pihak yang digagas oleh Korpri Purworejo. Serta sisa uang saldo penanganan bencana BPBD sebesar Rp100 juta.
"Untuk penanganan sendiri kita kurang lebih butuh Rp30 miliar, uangnya masih kita anggarkan," tuturnya.
Bastian mengaku siap menyumbangkan gaji pokoknya untuk membantu penanganan korona di Purworejo, selama masa tanggap darurat berlaku.
Ketua Korpri Purworejo, Sukmo Widhi Harwanto, mengatakan Dompet Peduli Covid-19 mulai dibuka sejak Selasa, 31 Maret 2020. Dia menerangkan program tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk masyarakat terdampak korona.
"Bantuan berasal dari sebagian gaji ASN di lingkungan Pemkab Purworejo. Hasilnya nanti akan kita setorkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Purworejo," katanya.
Purworejo: Orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona (covid-19) di Purworejo, Jawa Tengah, mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Pemberian bantuan untuk menunjang kebutuhan PDP dan ODP yang diisolasi mandiri di rumah.
"Kita berikan bantuan berupa sembako agar mereka (keluarga PDP dan ODP) dapat tetap bertahan di rumah," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian, di Purworejo, Rabu, 1 April 2020.
Paket sembako yang dibagikan ke keluarga terdampak korona berupa 20 kilogram beras, 30 bungkus mi instan, dua kilogram telur dan bahan pokok lainnya. Dia menerangkan bantuan diberikan selama masa tanggap darurat.
"Nanti kita lihat kondisinya seperti apa, dan akan kita evaluasi pemberian bantuan ini. Jika masih membutuhkan lagi ya akan kita berikan bantuan lagi,” imbuh Bastian.
Baca: Polindes dan Poskesdes Sidoarjo Diusulkan untuk Tempat Penanganan Covid-19
Dia menerangkan bantuan berasal dari Dompet Peduli Covid-19, yang merupakan sumbangan ASN dan berbagai pihak yang digagas oleh Korpri Purworejo. Serta sisa uang saldo penanganan bencana BPBD sebesar Rp100 juta.
"Untuk penanganan sendiri kita kurang lebih butuh Rp30 miliar, uangnya masih kita anggarkan," tuturnya.
Bastian mengaku siap menyumbangkan gaji pokoknya untuk membantu penanganan korona di Purworejo, selama masa tanggap darurat berlaku.
Ketua Korpri Purworejo, Sukmo Widhi Harwanto, mengatakan Dompet Peduli Covid-19 mulai dibuka sejak Selasa, 31 Maret 2020. Dia menerangkan program tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk masyarakat terdampak korona.
"Bantuan berasal dari sebagian gaji ASN di lingkungan Pemkab Purworejo. Hasilnya nanti akan kita setorkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Purworejo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)