Sidoarjo: Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Sidoarjo, JawaTimur, diusulkan bisa digunakan untuk membantu penanganan pasien virus korona (covid-19). Sedikitnya, 195 unit Poskesdes dan 120 Polindes di Kabupaten Sidoarjo layak untuk fasilitas pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19.
"Tim kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas Polindes serta Poskesdes, agar dapat dioptimalkan untuk tanggap covid-19," ujar Koordinator Tim Pendamping Profesional Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (TPP-P3MD) Kabupaten Sidoarjo, Ulul Azmi, Rabu, 1 April 2020.
Dia menerangkan TPP-P3MD kabupaten Sidoarjo mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan penanganan penyebaran virus covid-19 di kabupaten Sidoarjo. Mengingat Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai (PKT).
"TPP-P3MD Sidoarjo sedang melakukan upaya untuk membantu pencegahan covid-19 dilevel desa sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pendamping desa," jelasnya.
Baca: Kabupaten Sidoarjo Zona Merah Virus Korona
Pihaknya mendorong pemerintah segera merealisasikan anggaran tanggap bencana pada Bidang 5 Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) di 322 desa di Sidoarjo. Sehingga anggaran itu bisa digunakan untuk membantu penanganan covid-19 di Sidoarjo.
"Wabah covid-19 ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa terutama para pedagang kecil ditingkat desa. Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, maka harus segera diatasi penyebarannya. Sehingga perekonomian di tingkat desa bisa segera membaik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawan mengaku jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 terus bertambah. Meningkatnya jumlah pasien PDP membuat beberapa pasien terpaksa isolasi mandiri.
"Rata-rata tiap rumah sakit rujukan hanya mampu menampung enam pasien. Selebihnya dilakukan isolasi mandiri bagi pasien PDP dengan kondisi kesehatan yang masih baik," ujar Satriawarman.
Hingga kini, pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 berjumlah 52 orang, sedangkan orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 178 orang.
Kemudian, pasien positif covod-19 berjumlah 10 orang. Dari jumlah tersebut, mereka dirujuk di lima RS rujukan Sidoarjo. Di antaranya, RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar, RS. Mitra Keluarga, RS. Khadijah dan RS. Anwar Medika.
"Untuk pasien PDP yang kondisinya rentan masih dirawat di rumah sakit rujukan. Termasuk 10 pasien yang positif masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan," tambahnya.
Sidoarjo: P
os Kesehatan Desa (Poskesdes) dan
Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Sidoarjo, JawaTimur, diusulkan bisa digunakan untuk membantu penanganan pasien virus korona (covid-19). Sedikitnya, 195 unit Poskesdes dan 120 Polindes di Kabupaten Sidoarjo layak untuk fasilitas pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19.
"Tim kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas Polindes serta Poskesdes, agar dapat dioptimalkan untuk tanggap covid-19," ujar Koordinator Tim Pendamping Profesional Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (TPP-P3MD) Kabupaten Sidoarjo, Ulul Azmi, Rabu, 1 April 2020.
Dia menerangkan TPP-P3MD kabupaten Sidoarjo mempunyai peranan penting dalam pencegahan dan penanganan penyebaran virus covid-19 di kabupaten Sidoarjo. Mengingat Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai (PKT).
"TPP-P3MD Sidoarjo sedang melakukan upaya untuk membantu pencegahan covid-19 dilevel desa sesuai Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pendamping desa," jelasnya.
Baca: Kabupaten Sidoarjo Zona Merah Virus Korona
Pihaknya mendorong pemerintah segera merealisasikan anggaran tanggap bencana pada Bidang 5 Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) di 322 desa di Sidoarjo. Sehingga anggaran itu bisa digunakan untuk membantu penanganan covid-19 di Sidoarjo.
"Wabah covid-19 ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa terutama para pedagang kecil ditingkat desa. Agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, maka harus segera diatasi penyebarannya. Sehingga perekonomian di tingkat desa bisa segera membaik," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawan mengaku jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 terus bertambah. Meningkatnya jumlah pasien PDP membuat beberapa pasien terpaksa isolasi mandiri.
"Rata-rata tiap rumah sakit rujukan hanya mampu menampung enam pasien. Selebihnya dilakukan isolasi mandiri bagi pasien PDP dengan kondisi kesehatan yang masih baik," ujar Satriawarman.
Hingga kini, pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 berjumlah 52 orang, sedangkan orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 178 orang.
Kemudian, pasien positif covod-19 berjumlah 10 orang. Dari jumlah tersebut, mereka dirujuk di lima RS rujukan Sidoarjo. Di antaranya, RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar, RS. Mitra Keluarga, RS. Khadijah dan RS. Anwar Medika.
"Untuk pasien PDP yang kondisinya rentan masih dirawat di rumah sakit rujukan. Termasuk 10 pasien yang positif masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)