Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Rayz UMM Hotel, Malang, Jawa Timur, Sabtu 21 Mei 2022.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Rayz UMM Hotel, Malang, Jawa Timur, Sabtu 21 Mei 2022.

Menko PMK Kenang Achmad Yurianto Periang dan Pekerja Keras

Daviq Umar Al Faruq • 21 Mei 2022 23:37
Malang: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, ikut berduka atas meninggalnya Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto. Ia mengenal almarhum sebagai sosok pekerja keras.
 
"Terakhir bertemu sudah lama, waktu kita undang dua bulan lalu di kantor waktu launching Peraturan Presiden yang berkaitan dengan revitalisasi BPJS. Dia hadir itu dan saya masih sempat ngobrol. Dia menurut saya seorang yang pekerja keras ya," kata Muhajir di Rayz UMM Hotel, Malang, Jawa Timur, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Muhadjir mengaku tidak pernah mendengar Achmad Yurianto mengidap kanker usus. Sebab, Achmad Yurianto selalu terlihat sehat saat bertugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya selama ini tidak tahu kalau beliau itu mengidap penyakit itu. Karena kan, enggak ada tanda-tanda itu. Dia selalu periang dan artinya tidak ada kelihatan gelisah atau tanda-tanda sakit lah itu," ungkapnya.
 
Baca: Achmad Yurianto Dianggap Sosok Profesional dan Menyenangkan
 
Mantan Rektor UMM ini mengenal sosok Achmad Yurianto memiliki latar belakang militer. Disebutkan Muhadjir, Achmad Yurianto cukup dekat dengan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
 
"Kemudian beliau memiliki background akademik yang menurut saya cukup bagus
kemudian tentu saja karena militernya, orangnya tegas dan kalau menyampaikan pandangan-pandangannya sangat tangkas karena itu kemudian dipercaya sebagai juru bicara ketika covid-19 itu," ucap dia.
 
Sebelumnya, mantan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto meninggal dunia. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menyebut koleganya itu meninggal karena komplikasi.
 
"Multiple komplikasi pascapengobatan kanker usus," ujar Nadia kepada Medcom.id, Sabtu, 21 Mei 2022.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif