Kecelakaan kereta api babaranjang di jalur Rengas, Lampung Tengah, Senin, 7 November 2022. Dok PT KAI
Kecelakaan kereta api babaranjang di jalur Rengas, Lampung Tengah, Senin, 7 November 2022. Dok PT KAI

KNKT Investigasi Kecelakaan KA Babaranjang di Jalur Rengas

Lampost • 08 November 2022 23:59
Bandar Lampung: Investigasi penyebab tabrakan dua kereta api babaranjang di jalur Rengas, Lampung Tengah, Senin, 7 November 2022, ditangani Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Penyelidikan dilakukan tim gabungan PT KAI Pusat, sementara PT KAI Divre IV Tanjungkarang hanya mendampingi.
 
"Tim yang melakukan investigasi terdiri dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Manajer Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih, Selasa, 8 November 2022.
 
Namun, Jaka mengatakan hingga saat ini hasil penyelidikan belum dapat disampaikan, sebab tim investigasi sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti yang akan menyampaikan hasil investigasi dari pusat langsung," ujarnya.
 
Sementara, akibat kejadian kecelakaan tersebut, masinis dan asisten masinis KA 3056A harus dilarikan ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, bersama dengan dua teknisi yang turut menjadi korban luka-luka.
 
Baca juga: 2 KA Batu Bara Bertabrakan di Lampung Tengah Berhasil Dievakuasi

"Sore ini kami bersama Polda Lampung mengunjungi korban di rumah sakit. Keadaannya cukup stabil," katanya.
 
Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nursalam, kecelakaan itu melibatkan KA 3056A babaranjang (BBR) tanpa muatan dengan lokomotif CC 205 2120/1316 yang melaju cepat dari arah Tanjungkarang ke arah jalur 1.
 
"Sehingga menabrak KA 3031A yang sedang berhenti di jalur 1 emplasemen Stasiun Rengas," kata Edi Nursalam.
 
Edi mengatakan masinis KA 3031A sudah berupaya memberikan isyarat tanda bahaya melalui pemberian semboyan 39 saat melihat KA 3056A memasuki jalur 1 Stasiun Rengas.
 
"Saat ini DJKA melalui Direktorat Keselamatan Perkeretaapian maupun BTP Sumbagsel tengah mendalami penyebab kejadian ini dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelasnya.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif