NEWSTICKER
ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Otak Pembobolan ATM di Makassar Diburu

Nasional Skimming
Muhammad Syawaluddin • 29 Desember 2019 02:39
Makassar: Penyidik Polrestabes Makassar terus menelisik dugaan keterlibatan jaringan internasional dalam kasus pembobolan ATM di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku bernama Mohammed Azmi bin Abdullah diduga dikendalikan seseorang yang tinggal di Negeri Jiran.
 
"Pengakuannya tersangka bekerja untuk seseorang yang dipanggil "Bro" yang merupakan warga Bulgaria," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 28 Desember 2019.
 
Yudhiawan menjelaskan komplotan Azmi dan warga Bulgaria ini bertemu di Kuala Lumpur, Malaysia. Keduanya membuat kesepakatan untuk melakukan tindakan kriminal. Azmi datang ke Makassar pada 23 Desember 2019 lalu, dengan menggunakan maskapai AirAsia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"'Bro' ini informasinya tinggal di Malaysia. Bisa diduga tersangka adalah sindikat internasional," katanya lagi.
 
Warga Bulgaria yang jadi buronan itu diduga otak dari tindak pidana skimming yang dilakukan Azmi di dua kota di Indonesia, yakni Balikpapan dan Makassar. "Sampai sekarang masih kita buru," tegasnya.
 
Sebelumnya, Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengungkap tindak pidana pencurian dengan cara skimming yang melibatkan seorang warga negara Malaysia, Azmi bin Abdullah, 36. Dia ditangkap saat tengah melakukan aksinya.
 
Dia ditangkap usai berhasil membobol ATM Bank BNI yang terletak di Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tidak jauh dari Anjungan Pantai Losari. Salah satu petugas melihat Azmi sedang melakukan penarikan di salah satu mesin ATM.
 
Saksi heran melihat pelaku karena dalam proses transaksi di mesin ATM, menggunakan kartu yang tak biasa. Penarikan uang jumlahnya juga cukup banyak.
 
Petugas yang curiga menarik pria tersebut dan membawa ke pos jaga yang ada di dekat dari lokasi. Terkendala bahasa, pelaku dibawa ke Satreskrim Polrestabes Makassar.
 
Polisi kemudian menggeledah salah satu hotel yang ditempati Azmi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan uang tunai sejumlah sekitar Rp100 juta diduga hasil kejahatan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif