NEWSTICKER
Rilis pengungkapan WN Malaysia pembobol ATM di Makassar. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Rilis pengungkapan WN Malaysia pembobol ATM di Makassar. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

WN Malaysia Bobol ATM Ditangkap saat Beraksi

Nasional Skimming
Muhammad Syawaluddin • 28 Desember 2019 09:00
Makassar: Unit Jatanras Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengungkap tindak pidana pencurian dengan cara skimming yang melibatkan seorang warga negara Malaysia, Azmi bin Abdullah, 36. Dia ditangkap saat beraksi.
 
Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan pelaku diringkus usai membobol ATM Bank BNI di Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
 
"Ditemukan pertama kali oleh petugas BNI yang sementara melakukan riverting atau penarikan di salah satu mesin ATM," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 27 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat melihat pelaku, saksi heran karena saat transaksi di mesin ATM, pelaku menggunakan kartu ATM yang berbeda dengan jumlah cukup banyak. Petugas yang curiga langsung menarik pelaku dan dibawa ke pos jaga.
 
Petugas kemudian membawa pelaku ke Polrestabes Makassar. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menuju salah satu hotel di Kota Makassar.
 
"Dari penggeledahan ditemukan sejumlah uang tunai sebanyak Rp100.300.000 itu baru ATM yang ada di Makassar," imbuhnya.
 
Dia menuturkan pelaku baru lima hari di Makassar. Pelaku menggunakan modus skimming dengan mengidentifikasi nomor nasabah bank tertentu secara acak dengan sistem daring. Data itu kemudian dimasukkan dalam kartu ATM yang telah disiapkan.
 
Kartu ATM telah dilengkapi piranti acak pribadi korban yang sebelumnya telah teridentifikasi. Jika dimasukkan ke mesin ATM, kartu secara otomatis tidak terblokir. Dalam setiap kartu, terisi uang tunai korban yang telah dibobol identitasnya.
 
"Sistem kerja skimmingnya ini canggih. Jadi tinggal masukkan kartu mesin ATM lalu masukkan PIN yang sebelumnya sudah diketahui pelaku. Kartu ini hanya sekali pakai. Jadi kalau sudah dipakai, kartunya tertelan di mesin ATM. Ini aneh memang," jelasnya.
 
Pihaknya berkoodinasi dengan bank untuk memastikan cara kerja jelas dari sistem skimming yang digunakan pelaku. Mengingat, alat skimming yang dipakai pelaku berbeda dari biasanya.
 
Polisi juga menyita uang tunai 50 ringgit Malaysia tiga lembar, 10 ringgit satu lembar, 20 ringgit satu lembar, satu ringgit delapan lembar. Kemudian, ATM CIMB, Maybank, CIMB Niaga Syariah, Paspor,42 kartu warna silver dan tiga kartu warna pink. Serta dompet berisi Rp5,5 juta, handphone dan iPhone X, laptop, boarding pass, serta beberapa barang bukti lainnya.
 
Pelaku disangkakan dengan pelanggaran pasal berlapis. Yakni, Pasal 30 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008, Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang ITE serta Pasal 362 KUHP.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif