Evaluasi uji coba kanalisasi jalur Puncak Bogor. Foto: Medcom.id/Rizki D
Evaluasi uji coba kanalisasi jalur Puncak Bogor. Foto: Medcom.id/Rizki D

Kanalisasi Tahap Dua Jalur Puncak Ditunda hingga Desember

Nasional Penataan Kawasan Puncak
Rizky Dewantara • 31 Oktober 2019 18:55
Bogor: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Pemkab Bogor dan Polres Bogor, memutuskan menunda uji coba tahap duakanalisasi 2-1Jalur Puncak Bogor, Jawa Barat. Penundaan dilakukan hingga awal Desember 2019.
 
"Untuk saat ini memang kami belum siap untuk melakukan ujicoba kanalisasi 2-1. Rekayasa yang akan dilakukan selama penundaan ujicoba kanalisasi 2-1, akan tetap memberlakukan one way," ujar Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Bogor, AKP Fadli Amri, di ruang rapat Bupati Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Dia meminta Pemkab Bogor memaksimalkan jalur alternatif untuk memecah konsentrasi kendaraan di Puncak Bogor. Seperti, Jalur Poros Tengah Timur atau Puncak II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fadli menilai karakteristik kendaraan pada Sabtu dan Minggu berbeda, karena kawasan Puncak Bogor punya daya tarik tersendiri. Jadi volume kendaraan akan tetap bertambah meski ruas jalan akan diperlebar.
 
"Karena jika kita hanya bertumpu pada jalan Puncak, kendaraan akan terus bertambah sebanyak apapun infrastruktur yang kita tambah. Jadi kami mendorong untuk percepatan pembangunan jalur alternatif Puncak II," beber Fadil.
 
Sekertaris BPTJ, Hindro Surahmat, mengungkap ujicoba kanalisasi 2-1 Puncak Bogor ditangguhkan sementara berdasarkan pertimbangan yang telah disepakati bersama. Dia melanjutkan beberapa hambatan perlu dibenahi yakni pekerjaan konstruksi jalan oleh Kementerian PUPR diperkirakan selesai awal Desember.
 
"Kemudian hambatan samping berupa PKL yang harus ditata kembali ada juga persoalan tiang listrik yang masih ada di jalan, dan mengganggu," ungkap Hindro di ruang rapat Bupati Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Ia menerangkan adanya peningkatan volume lalu lintas sekitar lima persen yang harus diantisipasi. Selain itu pengaturan rambu lalu lintas juga akan dibenahi.
 
"Untuk dilapangan perlu terkoordinasi dengan baik, karena petugas bukan dari kepolisian saja. Ada juga Satpol PP, TNI, Polingga dan Pramuka, agar tidak saling memberatkan," pungkas dia.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif