Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidrap, Basra. Antara/ HO-BKKBN Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidrap, Basra. Antara/ HO-BKKBN Sulsel

Stunting Disebut Disebabkan Gizi Kronis dan Infeksi

Antara • 28 November 2022 07:10
Makassar: Kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang disebut menjadi penyebab utama terjadinya Stunting. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidrap, Basra, mengatakan semua pihak harus berperan untuk menuntaskan stunting.
 
"Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang," kata Basra di Kabupaten Sidrap, Minggu, 27 November 2022.
 
Baca: Camat dan Lurah di Kota Malang Diminta Turun Langsung Tangani Stunting

Dia mengatakan kondisi itu ditandai dengan panjang atau tinggi badan seorang anak yang berada di bawah anak seusianya atau standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
 
"Perlu ditegaskan bahwa anak pendek belum tentu Stunting, tetapi anak stunting sudah tentu pendek, hal ini bisa terjadi karena memang anak tersebut pendek karena genetic tetapi tidak Stunting," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia bukan hanya tinggi badan yang terhambat, tetapi pertumbuhan otak juga tidak akan berkembang sehingga akibat buruknya, anak akan sulit belajar, tidak cerdas dan sulit konsentrasi, dan kalau Stunting telah terjadi yang bisa dilakukan hanya memperbaiki gizi agar dampaknya tidak lebih besar.
 
Dia menambahkan kasus Stunting dapat terjadi akibat anak tersebut sulit mendapatkan akses terhadap gizi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas karena faktor ekonomi orang tua ataupun kurang pengetahuannya keluarga terkait pola asuh dan pola makan yang baik.
 
"Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga yang kurang mampu, banyak keluarga yang berada tetapi anaknya Stunting, ini menggambarkan Stunting bukan hanya masalah ekonomi tetapi terkait pola asuh dan pola makan yang salah," ungkap Basra.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 

 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif