Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang menggelar evaluasi rencana tindak lanjut audit kasus stunting 2022 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang. Dokumentasi/ Pemkot Malang
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Malang menggelar evaluasi rencana tindak lanjut audit kasus stunting 2022 di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang. Dokumentasi/ Pemkot Malang

Camat dan Lurah di Kota Malang Diminta Turun Langsung Tangani Stunting

Daviq Umar Al Faruq • 24 November 2022 19:14
Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta kepada seluruh camat dan lurah di Kota Malang, Jawa Timur, untuk memantau secara langsung kondisi warganya untuk menekan angka stunting. Hal itu sangat penting agar ke depan penanganan stunting di Kota Malang bisa semakin baik.
 
"Termasuk mengetahui kondisi warganya yang sedang hamil, lurah wajib tahu. Bukan hanya itu, mulai warganya akan melangsungkan pernikahan sampai ibu hamil harus diketahui," kata Sutiaji di Kota Malang, Kamis, 24 November 2022.
 
Baca: Wali Kota Batu Targetkan Angka Stunting Turun di Bawah 10%

Sutiaji menerangkan dengan mengetahui kondisi warga dan memiliki data secara lengkap, maka camat dan lurah akan lebih mudah melakukan berbagai penanganan. Hal itu bagian dari penguasaan data serta upaya mitigasi untuk pemetaan.
 
"Data sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan angka stunting di Kota Malang," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, camat dan lurah di Kota Malang diminta untuk mengetahui secara persis bagaimana kondisi di wilayah masing-masing. Sebab setiap wilayah membutuhkan mitigasi sekaligus kolaborasi antarinstansi dan tidak bisa ditangani sendiri.
 
Sutiaji menegaskan permasalahan stunting menjadi urusan tanggung jawab bersama. Semua perangkat daerah harus ikut berpartisipasi menekan dan menurunkan stunting.
 
"Misalnya DPUPRPKP berwenang atas sarana dan prasarananya, Dispangtan lewat urban farming, Dinkes melalui gizi dan pengobatan, dan Diskominfo melalui informasi dan publikasi," ungkapnya.
 
Di Kota Malang saat ini angka stunting ada di angka 8,67 persen. Sehingga penurunan angka stunting harus terus dilakukan. Di antaranya dengan menggalakkan program urban farming di setiap kelurahan Kota Malang.
 
Sementara Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriyani, mengatakan salah satu upaya pencegahan ternjadinya stunting dengan menghindari pernikahan dini. Meminimalisir terjadinya pergaulan dan gaya hidup seks bebas.
 
“Pemkot Malang juga terus melakukan pendampingan stunting hingga tingkat RT. Juga memberikan penyuluhan serta sosialisasi penanganan secara baik,” ungkap Penny.
 
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif