ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembakar Mahasiswa

Nasional polisi Yogyakarta Mahasiswa Knalpot
Ahmad Mustaqim • 24 April 2022 12:16
Yogyakarta: Kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mendapatkan identitas tiga orang terduga pelaku pembakar mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta (PTS). Sebanyak tiga pembakar mahasiswa bernama Dimas Toti Putra, 21, itu kini masih diburu. 
 
"Identitas terduga pelaku sudah teridentifikasi. Inisialnya AN, JR, dan MZH," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi dihubungi, Minggu, 24 April 2022  
 
Dari informasi sejumlah saksi, ketiganya merupakan teman korban. Namun, ia tak menjelaskan rinci mereka berteman dengan Dimas sejak lama atau mulai saat masuk di kampus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, ketiganya diduga kesal lantaran peristiwa jual-beli knalpot yang membuat mereka kecewa. Dimas dan salah satu terduga pelaku sepakat pembelian knalpot, namun barang itu dilepas Dimas ke pembeli lain.
 
"(Dugaan penyebab pembakaran diduga) karena menagih knalpot," ujarnya.
 
Dimas mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Sebulan lebih dirawat, otoritas rumah sakit telah menyebut kondisi kesehatan Dimas alami kemajuan positif. Meski demikian, polisi belum bisa mendapat keterangan dari Dimas.
 
"Kondisi korban stabil, namun belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.
 
Baca: Dukung PTM, BIN Targetkan Vaksinasi Covid-19 1.500 Dosis di UIN
 
Seorang mahasiswa PTS di Yogyakarta, Dimas Toti Putra, mengalami nasib tragis usai dibakar oleh temannya sendiri pada 23 Maret. Lelaki berusia 21 tahun itu dalam kondisi kritis saat di rumah sakit.
 
Kapolsek Mergangsan Kompol Rachmadiwanto menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 23 Maret 2022, di kediamannya kawasan Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kejadian itu berawal dari aktivitas jual-beli knalpot yang melibatkan Dimas dengan temannya.
 
Satu di antara tiga teman yang mendatangi Dimas untuk membeli knalpot. Dimas dan temannya telah menyepakati harga knalpot itu. Namun, Dimas menjual knalpot itu ke orang lain dengan harga lebih mahal.
 
Dari masalah itu, ketiga orang itu mendatangi Dimas di kediamannya. Saat awal kedatangannya, salah satu dari tiga orang itu menanyakan di mana knalpot yang sudah disepakati harganya.
 
Lantaran kesal, teman Dimas menyiramkan bensin dan memercikkan pemantik api. Api kemudian membakar di hampir sekujur tubuh Dimas. Saat ini Dimas masih dirawat intensif di RSUP Dr Sardjito. 
 
"Terduga pelaku (merupakan) teman (korban). (Mereka) sudah kenal akrab," kata Rachmadiwanto. 
 
Kasus tersebut ramai di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Di sisi lain, polisi sampai saat ini masih mengejar para terduga pelaku itu.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif