Bupati Jepara, Dian Kristiandi, menyerahkan bantuan kepada warga miskin. Medcom.id/ Rhobi Shani.
Bupati Jepara, Dian Kristiandi, menyerahkan bantuan kepada warga miskin. Medcom.id/ Rhobi Shani.

Angka Kemiskinan Kabupaten Jepara Masih di Bawah Nasional

Nasional kemiskinan BPS Laju Kemiskinan
Rhobi Shani • 17 September 2021 15:15
Jepara: Pandemi covid-19 mendongkrak angka kemiskinan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Namun, angka kemiskinan di Bumi Kartini masih lebih rendah dibandingkan provinsi dan nasional.
 
Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan angka kemiskinan pada 2020 sebesar 7,17 persen. Sementara angka kemiskinan di provinsi Jawa Tengah 11,41 persen. Kemudian angka kemiskinan secara nasional 9,78 persen.
 
“Jadi kalau dibandig tahun sebelumnya, memang ada peningkatan 0,51 persen. Tahun 2019 sebesar 6,66% menjadi 7,17% di tahun 2020. Tapi peningkatan ini terjadi di tiap daerah karena pandemi, tidak hanya di Jepara saja,” ujar Dian, Jumat, 17 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guna menurunan tingkat kemiskinan harus diselesaikan lintas sektor. Dari sisi kelembagaan, pemerintah Kabupaten Jepara telah membentuk Tim koordinasi penanggulangan Kemiskinan (TKPKD).
 
“Kami sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan angka kemiskinan,” kata Dian.
 
Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin RI Capai 27,54 Juta Jiwa
 
Ada empat strategi untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Ukir. Yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Pemerintah melakukan pemenuhan kebutuhan dasar pada masyarakat. Seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan air bersih, dan bantuan langsung.
 
Strategi kedua yaitu meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin. Misalnya melalui pola pelatihan kewirausahaan.
 
Pemerintah kabupaten juga melakukan pengembangan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil. Selain itu, pemerintah juga melakukan sinergitas kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
 
“Strategi ini dilakukan melalui sinergitas dokumen perencanaan sampai dengan monitoring dan evaluasinya. Juga pengembangan kemitraan dengan melibatkan stake holders lain,” kata Dian.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 27,54 juta orang.
 
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, jumlah tersebut menurun 0,01 juta orang atau 0,05 persen dibanding september 2020. Namun meningkat 1,12 juta atau 10,14 persen dibanding Maret 2020.
 
"Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 sebesar 10,14 persen, menurun 0,05 persen poin terhadap September 2020 yang sebesar 10,94 persen. Namun meningkat 0,36 persen poin terhadap Maret 2020 yang sebesar 9,78 persen," kata Margo dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 Juli 2021.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif