Sekretaris Daerah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Nahwa Umar. ANTARA/ Harianto
Sekretaris Daerah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Nahwa Umar. ANTARA/ Harianto

Pemkot Kendari Tunggu Inmendagri Soal Larangan Perayaan Tahun Baru

Nasional natal dan tahun baru pandemi covid-19 vaksin covid-19 Protokol Covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Antara • 18 November 2021 23:12
Kendari: Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), belum memutuskan apakah mengizinkan atau melarang perayaan pergantian tahun baru karena masih menunggu Surat Edaran Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).
 
Sekretaris Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar, mengatakan saat ini belum ada keputusan terkait apakah ada larangan perayaan pergantian tahun baru atau tidak karena masih menunggu Inmendagri pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
 
"Kita lihat nanti Inmendagri PPKM. Jadi saat ini kami masih menunggu Inmendagri," kata Nahwa di Kendari, Kamis, 18 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Empat Orang di Aceh Ditangkap Lantaran Punya 9,4 Kg Sabu
 
Nahwa Umar belum memberikan keterangan lebih banyak soal apakah ada larangan terkait perayaan pergantian malam tahun baru atau tidak karena menunggu Surat Edaran Inmendagri.
 
Sebelumnya Wali Kota Kendari, Sulkarnain, mengatakan saat ini pihaknya tengah mendiskusikan terkait dengan langkah apa yang bakal dilakukan pada akhir tahun, mengingat potensi kerumunan dalam skala besar bakal terjadi.
 
Ia juga mengaku telah mempunyai pengalaman guna mengatasi potensi kerumunan skala besar pada akhir 2021.
 
Dia mengklaim keberhasilan mengatasi aktivitas warga saat pergantian tahun lalu. "Karena kan kita juga sudah punya pengalaman tahun 2020 yang lalu. Alhamdulillah saat itu berjalan dengan baik," jelasnya.
 
Sulkarnain mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengantisipasi dan mengambil langkah apa yang dinilai tepat terhadap potensi euforia masyarakat dalam merayakan pergantian tahun nanti.
 
Status PPKM Kota Kendari masih berada di level 2. Status tersebut masih bertahan dan belum turun ke level 1 akibat cakupan vaksinasi belum mencapai 70%, sedangkan cakupan vaksinasi di daerah itu baru mencapai 171.458 orang atau 64,57% untuk dosis pertama dan 116.307 orang atau 43,87% untuk dosis kedua dari 265.167 sasaran.
 
Jumlah akumulatif kasus infeksi virus corona di Kota Kendari pada 18 November 2021 tercatat 7.719 kasus dengan jumlah penderita yang sudah sembuh 7.624 orang dan pasien yang meninggal dunia sebanyak 95 orang. Kota Kendari saat ini tanpa kasus aktif covid-19.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif