Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merekomendasikan perpanjangan periode penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan, Lahan KLHK Wilayah Sumatra, Ferdian, mengatakan penerapan TMC dilakukan dengan cara penyemaian garam di awan yang dapat meningkatkan potensi turunnya hujan.
Ferdian menilai hujan tersebut sangat dibutuhkan untuk membatu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus yakni Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.
"Lahan dalam kondisi kering utamanya Sumatera Selatan, Jambi," kata Ferdian dalam keterangan pers, Selasa, 31 Oktober 2023.
Ferdian menjelaskan lahan yang kering rawan mudah terbakar seperti Jambi yang masih terdapat satu titik api. ???Berlokasi di Kabupaten Londerang yang sejak Selasa pagi tim Manggala Agni KLHK beserta tim gugus tugas karhutla daerah setempat masih berupaya melakukan pemadaman.
Kemudian untuk Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan jumlah titik api terbanyak di Sumatra. Hal ini diketahui berdasarkan data KLHK ditemukan sekitar 50 titik api yang masing-masing tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.
"TMC saat ini sedang berlangsung di Sumatera Selatan, dan dimungkinkan diperpanjang sama setelah sebelumnya Riau, Sumatera Utara dan Aceh," jelasnya.
?????
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merekomendasikan perpanjangan periode penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengatasi
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di
Sumatra.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan, Lahan KLHK Wilayah Sumatra, Ferdian, mengatakan penerapan TMC dilakukan dengan cara penyemaian garam di awan yang dapat meningkatkan potensi turunnya hujan.
Ferdian menilai hujan tersebut sangat dibutuhkan untuk membatu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus yakni Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.
"Lahan dalam kondisi kering utamanya Sumatera Selatan, Jambi," kata Ferdian dalam keterangan pers, Selasa, 31 Oktober 2023.
Ferdian menjelaskan lahan yang kering rawan mudah terbakar seperti Jambi yang masih terdapat satu titik api. ???Berlokasi di Kabupaten Londerang yang sejak Selasa pagi tim Manggala Agni KLHK beserta tim gugus tugas karhutla daerah setempat masih berupaya melakukan pemadaman.
Kemudian untuk Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan jumlah titik api terbanyak di Sumatra. Hal ini diketahui berdasarkan data KLHK ditemukan sekitar 50 titik api yang masing-masing tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.
"TMC saat ini sedang berlangsung di Sumatera Selatan, dan dimungkinkan diperpanjang sama setelah sebelumnya Riau, Sumatera Utara dan Aceh," jelasnya.
?????
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(DEN)