Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari (kedua kanan), di Tamiang Layang, Selasa , 20 April 2021. ANTARA/ HO-RSUD Tamiang Layang
Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari (kedua kanan), di Tamiang Layang, Selasa , 20 April 2021. ANTARA/ HO-RSUD Tamiang Layang

RSUD Tamiang Layang Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Antara • 22 April 2021 07:18
Tamiang Layang: Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menambah kapasitas ruang isolasi perawatan pasien covid-19 pada RSUD Tamiang Layang. Penambahan tersebut karena kasus covid-19 belum menurun.
 
"Penambahan ruang isolasi ini sebagai antisipasi untuk menampung pasien covid-19 jika terjadi peningkatan," kata Direktur RSUD Tamiang Layang, Vinny Safari, di Tamiang Layang, Rabu, 21 April 2021.
 
Baca: Nekat Mudik ke Banyumas Bakal Dikarantina

Dia menjelaskan rencana penambahan kapasitas ruang isolasi itu muncul setelah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bartim, bahwa ruang isolasi perawatan RSUD Tamiang Layang sudah penuh, sehingga membutuhkan ruang baru.
 
Selain itu hal tersebut juga untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan penambahan pasien covid-19 bergejala berat yang diperkirakan masih akan terus bertambah dan meningkat. Jika dilakukan penggabungan maka akan melebihi kapasitas dan tidak diperkenankan perawatan pasien covid-19 menumpuk pada satu ruangan.
 
Ruang Nifas, Asoka, dan Melati dipersiapkan untuk dijadikan sebagai ruangan penambahan untuk ruang isolasi perawatan covid-19, sehingga daya tampung pasien covid-19 bergejala berat akan bertambah dan kekurangan ruang perawatan isolasi bisa teratasi.
 
"Demikian pula dengan perawatan pasien covid-19 bergejala berat, bisa dirawat maksimal," jelas Vinny.
 
Vinny menambahkan bangunan ruang inap yang baru selesai akhir tahun 2020 lalu juga menjadi alternatif untuk menampung pasien suspek covid-19 sampai ada hasil tes covid-19. Ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.
 
"Tidak mungkin pasien suspek digabung perawatannya dengan pasien umum. Jika sudah ada hasil laboratorium RT-PCR, baru dilakukan tindakan lanjutan," ungkap Vinny.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan