Suasana Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Foto: ANt/Dedhez Anggara
Suasana Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Foto: ANt/Dedhez Anggara

Pengelola BIJB Membantah Pengusaha Transportasi Bangkrut

Nasional Bandara Internasional Jawa Barat
Nurul Hidayah • 31 Oktober 2019 18:25
Majalengka: Pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati membantah adanya pengusaha moda transportasi yang melayani rute ke BIJB gulung tikar. Keberadaan Tol Cisumdawu bisa menjadi solusi ramainya BIJB Kertajati.
 
Corporate Secretary BIJB Kertajati, Arief Budiman, menjelaskan moda transportasi masih melayani rute menuju BIJB Kertajati. Dia mengklaim hampir seluruh wilayah di Jawa Barat melayani perjalanan menuju BIJB Kertajati.
 
"Seperti dari Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Tasikmalaya dan lainnya. Jadi tidak benar ada yang gulung tikar," ungkap Arief, Kamis, 31 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arief menerangkan yang terjadi saat ini adalah moda transportasi yang belum diuntungkan. Hal ini terjadi karena masyarakat memilih layana gratis dari Damri.
 
"Tapi moda transportasi lainnya masih melakukan layanan. Jika tol Cisumdawu rampung, itu solusi indah untuk Bandara Kertajati," jelasnya.
 

 
Ketua Organda Cirebon, Karsono, menyebutkan perusahaan angkutan yang melayani rute ke BIJB Kertajati merugi akibat turunnya penumpang. Dia mengklaim banyak rute menuju BIJB dihentikan.
 
"Jumlahnya mencapai 10 perusahaan angkutan dan membuat perusahaan gulung tikar karena sudah mengeluarkan biaya investasi yang tidak sedikit. Mulai dari pembelian angkutan hingga pengurusan izin," urainya.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah rute penerbangan dari Bandara Husein Bandung dipindahkan ke BIJB Kertajati. Tercatat ada 18 penerbangan di bandara tersebut.
 
Namun pada September lalu jumlahya berkurang menjadi 11 penerbangan dan saat ini tinggal sembilan penerbangan, dengan total 18 pergerakan setiap harinya dengan jumlah okupansi rata-rata 70 persen.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif