Deklarasi dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Deklarasi dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Masyarakat Desa di Yogyakarta Dukung Ganjar Jadi Presiden

Nasional capres Pilpres Ganjar Pranowo Pemilu 2024
Al Abrar • 10 Mei 2022 21:28
Gunung Kidul: Sejumlah elemen masyarakat yang mewakili lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di Pilpres Tahun 2024. Ganjar dinilai sosok yang merangkul semua kalangan. 
 
“Pak Ganjar pemimpin yang disegani, kita sayangi. Pak Ganjar bisa merangkul semuanya, bisa ke masyarakat kecil, petani, penambang pasir bahkan UMKM, semua lapisan masyarakat,” kata Ketua relawan Des Ganjar Yogyakarta, Wahyudi usai deklrasi di Taman Madu Bronto, Dusun Kepek 1, Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Selasa, 10 Mei 2022. 
 
Menurutnya, orang nomor satu di pemerintahan Jawa Tengah itu merupakan pemimpin berprestasi, humanis dan peduli  kepada masyarakat desa. Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat desa di Yogyakarta untuk mendukung Ganjar menjadi presiden periode 2024-2029. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menyakinkan pentingnya dukungan masyarakat desa kepada Ganjar, Wahyudi pun mengutip perkataan mantan Wakil Presiden sekaligus tokoh Bangsa Indonesia, Bung Hatta. 
 
"Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa,” kata Wahyudi mengutip pernyataan Bung Hatta. 
 
“Pernyataan itulah yang menggambarkan mengapa kita berkumpul bersama-sama di sini,” lanjut Wahyudi. 
 
Menakar Kekuatan Prabowo-Puan dan Ganjar-Anies di Pilpres 2024
 
Wahyudi mengaku telah mempunyai strategi untuk memenangkan Ganjar di wilayah yang bersemboyan ‘Memayu Hayuning Bawana’ ini. Semboyan Yogyakarta itu berarti ‘Memperindah Keindahan Dunia’. 
 
Deklarasi juga dimeriahkan dengan senam massal yang dihadiri para wanita, penampilan Reog Nawangsih, Tari Mulatsari, kesenian tradisional Gejog Lesung - Gambyong Mari Kangen, tausyiah keislaman dan dorprize. 
 
Selain itu, ada juga  parade budaya ciri khas Yogyakarta bernama ‘Bregodo Lombok Ijo’ serta pawai makanan tempo dulu. 
 
Menurut Wayhudi, parade makanan tempo dulu yang disajikan terdiri dari 20 jenis makanan ringan, diantaranya Brangkal yakni singkong yang diracik dengan bumbu khas. Lalu, Thiwul Ayu, Mendut Ketan, Apem, Arem-Arem, Cucur, Wajik dan makanan berat bernama Sego Berkat yakni makanan nasi dengan lauknya yang dibungkus dengan daun jati. 
 
Ia mengungkapkan makanan tersebut kebanyakan di bungkus dengan dedaunan khususnya daun Jati. Hal itu telah dilakukan masyarakat tempo dulu. Menurutnya, hal ini juga dimunculkan untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik pada bungkus makanan.
 
“Kami semua sajikan dan gratiskan bagi warga yang hadir. Tadi yang hadir ada lebih dari 800 orang,” pungkasnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif