Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Menakar Kekuatan Prabowo-Puan dan Ganjar-Anies di Pilpres 2024

Nasional capres Prabowo Subianto Pilpres puan maharani Anies Baswedan Ganjar Pranowo Pilpres 2024
Antara • 10 Mei 2022 20:31
Jakarta: Sejumlah tokoh santer dipasangkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Masing-masing bakal pasangan calon (paslon) misal Prabowo Subianto-Puan Maharani atau Ganjar Pranowo-Anies Baswedan disebut memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri.
 
"Nah ini sebetulnya, Pak Prabowo elektabilitas paling tinggi karena ada tabungan elektabilitas sebelumnya, Mbak Puan belum populer," kata Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio, kepada wartawan, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Menurut Hendri, bursa calon presiden dan wakil presiden kian menarik. Bahkan, sejumlah hasil survei mulai menunjukkan sosok yang berpeluang besar menang di Pilpres 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya pasangan Prabowo-Puan yang unggul dalam survei Saiful Mujani & Consulting dan Center for Political Communication Studies. Sementara itu, pasangan Ganjar-Anies unggul dalam survei yang diadakan Charta Politika dan Indikator Politika.
 
"Sementara itu, untuk pasangan Ganjar-Anies, apakah Anies-Ganjar peluangnya bisa disatukan, bisa-bisa saja, tetapi beban berat itu bukan di Anies tetapi Ganjar," kata dia.
 
Sebagai politisi PDI Perjuangan, kata Hendri, elektabilitas Ganjar paling tinggi dan ditaksir beberapa parpol untuk menjadi capres. Namun, sebagai kader, Ganjar harus ikut arahan partai.
 
Hendri menilai ada dua nama kuat dari PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon presiden. Kedua nama itu, yaitu Puan dan Ganjar.
 
Baca: Alasan Ganjar-Erick Thohir Bisa Kalahkan Prabowo-Puan
 
Hendri menyebut masyarakat Indonesia mencari sosok presiden yang The Next Jokowi. Satrio dan lembaga survei KedaiKOPI bahkan meluncurkan sinyal pergeseran kriteria calon presiden di mana sebelumnya masyarakat ingin yang merakyat lalu cerdas namun sekarang jadi cerdas dan merakyat.
 
"Perubahan ini menarik, artinya masyarakat sudah berpindah ke calon presiden yang the next Jokowi. Jadi kalau Jokowi merakyat, sekarang coba dicari yang cerdas dan merakyat," kata dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif