Teknologi Baru GeNose Bisa Deteksi Covid-19 Varian D64G
Teknologi Baru GeNose Bisa Deteksi Covid-19 Varian D64G

Akurasi GeNose C19 Diragukan, Ini Jawaban Tim Pengembang

Nasional Virus Korona protokol kesehatan GeNose UGM
Ahmad Mustaqim • 23 Juni 2021 14:58
Yogyakarta: Alat skrining covid-19, GeNose C19 diragukan akurasinya oleh sebagian khalayak. Beberapa pengguna menuangkan pengalamannya di media sosial. Dari hasil negatif tes GeNose, kemudian melakikan tes usap antigen hasilnya positif. Ada pula yang sebaliknya. 
 
Juru Bicara GeNose C19, Mohamad Saifudin Hakim mengatakan, setiap alat skrining memiliki kadar sensitivitas berbeda. Ia mencontohkan tes usap antigen yang kini banyak dipakai. 
 
"Kalau rapid antigen sensitivitasnya akan bagus, terutama pada orang yang punya gejala. Lalu juga dari sisi timing sejak orang itu terpapar virusnya," kata Hakim dihubungi, Rabu, 23 Juni 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, dengan adanya berbagai merek alat tes rapid itu juga membuat sensitivitas beragam. Ia menilai, kondisi itu menjadi sulit membandingan dengan GeNose yang hanya satu jenis. 
 
"Sulit menbandingkan GeNose dengan antigen yang ada berbagai macam merek dan perusahaan. Harusnya, perlu mendapat evaluasi secara keseluruhan. Makanya, GeNose pun melakukan post marketing analisis," katanya. 
 
Baca: Tim Pengembang GeNose C19: Penghentian Penggunaan Alat Tak Logis
 
Post marketing analisis yang Hakim maksud yakni validasi eksternal yang saat ini dilakukan tiga perguruan tinggi. Menurut dia, alat skrining lain seharusnya diberlakukam hal serupa. 
 
"Seharusnya alat yang lain juga, bertanggung jawab terhadap post marketing analisisnya. Itu yang dilakukan GeNose. Saat mendapat izin edar kami harus menjaga performa ini, di lapangan terutama," ucapnya. 
 
Ia menyebut, tim pengembang terus melakukan penyempurnaan, salah satunya kepatuhan operator terhadap SOP manual GeNose. Ia mengatakan jangan sampai hasil tes jadi tidak valid bukan karena akurasi alatnya, tapi kepatuhan dan pemahaman operator GeNose, baik persiapan, tahap pengambilan sampel napas, maupun analisis. 
 
"Sistem kecerdasan buatan GeNose itu secara kontinyu kami upgrade. Ketika upgrade pasti diinformasikan ke user dan operator. Melalui distributor akan didiskusikan langsung. GeNose berbasis kecerdasan buatan, sehingga ketika kami semakin memiliki  input data yang valid akan meningkatkan performa," ungkapnya. 
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif