Petugas kesehatan mengambil sampel lendir warga saat tes usap (swab test) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir warga saat tes usap (swab test) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Swab Massal di Kalimantan Selatan Melampaui Target

Nasional Virus Korona
Media Indonesia.com • 18 Agustus 2020 15:54
Banjarmasin: Tim Gugus Percepatan Penanganan Virus Korona Kalimantan Selatan melampaui target swab test massal di 13 kabupaten/kota. Dari target 10.000 orang suspect dan kontak erat, swab test mampu mencapai lebih dari 11.000 orang.
 
"Hingga kini dari target swab test sebanyak 10 ribu orang sudah berhasil terlampaui hingga 11 ribu orang lebih bahkan akan terus bertambah, karena swab test dilaksanakan 14-19 Agustus," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Baca: Polisi Pelanggar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muslim menjelaskan aksi swab test massal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan dan menemukan kasus baru yang berpotensi penularan covid-19. Swab test di seluruh wilayah Kalsel ini luncurkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat peringatan HUT ke-70 Provinsi Kalsel pada 14 Agustus 2020.
 
Gugus tugas mencatat hingga Senin, 17 Agustus 2020 sudah 11.359 orang yang menjalani swab test dari target 10.000 orang. Ada tujuh daerah yang melebihi target yakni Kabupaten Tanah Laut, dari target 791 orang, mampu tercapai 1.048 orang.
 
Kemudian kabupaten Banjar, dari 869 orang, mampu tercapai 1.397 orang. Demikian juga dengan Tapin dengan 501 target, tercapai 827 orang, serta Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dab Kota Banjarbaru.
Hasil swab test ini baru diketahui pada pekan terakhir Agustus ini.
 
Muslim memastikan lima laboratorium PCR di Kalsel bekerja maksimal agar yang ditemukan positif covid dapat segera ditangani.
 
"Pada bagian lain jumlah kasus positif virus korona di Kalsel saat ini sudah mencapai 7.241 kasus dengan jumlah penderita meninggal 326 orang," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif