NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta

Pembebasan Lahan Proyek Kereta Trans Sulawesi Diminta Dikebut

Nasional kereta api jalur kereta api
Muhammad Syawaluddin • 29 Februari 2020 03:48
Makassar: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta proyek rel kereta api Makassar-Parepare, Sulawesi Selatan, segera dilanjutkan. Menhub memberi tenggat pembebasan lahan proyek itu rampung tahun ini.
 
"Kami ingin itu secepatnya dilakukan (pembangunan kereta api). Kami ingin pembebasan lahan selesai tahun ini," kata Budi Karya di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Budi menegaskan pembangunan moda transportasi kereta api di Makassar merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek ini juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi Karya meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Tinggi bisa bersinergi dan berkoordinasi dalam menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan untuk rel kereta api. Di sisi lain, ia juga berharap dukungan berbagai pihak, khususnya masyarakat.
 
"Saya yakin kekompakan gubernur dan Forkopimda, proses itu (pembebasan lahan kereta api) bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
 
Baca:Pemprov Sulsel dan Jepang Kerjasama Bangun MRT di Makassar
 
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengaku sudah menyampaikan hambatan yang dialami kepada Menhub. Menurut dia, solusi terkait pengerjaan rel kereta api yang rencananya dibangun sepanjang 142 kilometer itu tengah dipikirkan bersama
 
"Termasuk pembebasan lahan, tentu ada setuju dan tidak setuju. Yang tidak setuju ini ada caranya yaitu konsinyasi," kata Nurdin.
 
Proyek ini sejatinya dimulai pada 2015. Rel kereta api rencananya membentang sepanjang 110 kilometer yang menghubungkan Makassar dan Parepare.
 
Sebanyak Rp2,4 triliun digelontorkan untk proyek pembangunan jalur kereta api ini. Hingga saat ini, konstruksi yang baru selesai dikerjakan yakni di Kabupaten Barru dengan panjang 44 kilometer. Pembangunan akan dilanjutkan di Kabupaten Pangkep dan Maros, namun masih menunggu pembebasan lahan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif