Yogyakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan arahan jajarannya menjelang Pemilu 2024. Hal tersebut tetap dilakukan meski Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pemilu 2024 menjadi 2025.
"Sudah saya sampikan karena tahapan pemilu sudah berjalan, artinya personel-personel pun sudah kami gelar," kata Listyo di sela acara Rapat Kerja Teknis Logistik Polri di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 3 Maret 2023.
Dia mengatakan tahapan pemilu yang dilakukan KPU menjadi acuan dalam memberi bantuan keamanan. Pengamanan dilakukan sejak memulai pendaftaran bakal calon, kampanye, hingga pendistribusian logistik.
Menurut dia pendistribusian logistik juga menjadi salah satu yang jadi fokus. Ia mengatakan daerah terdalam atau jauh yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam distribusi logistik pemilu akan dibantu.
"Kami persiapkan sesuai dengan tahapan Pemilu yang dilaksanakan. Mulai dari kegiatan pendaftaran dan kemudian nanti akan menghadapi kampanye dan selanjutnya pencoblosan termasuk mendistribusikan logistik Pemilu semuanya tentu perlu kita persiapkan, terutamanya wilayah-wilayah jauh yang butuh bantuan polisi agar logistik Pemilu sampai," jelas Listyo
Selain itu, potensi gangguan keamanan disebut mulai diantisipasi. Sebab, ancaman keamanan hingga gesekan antarpendukung peserta pemilu sangat mungkin terjadi di lapangan.
"Hal-hal seperti itu yang tentunya menjadi yang kani persiapkan, termasuk potensi-potensi apabila situasi menghangat atau situasi memanas. Walaupun kamu selalu tekankan bahwa yang namanya polarisasi tidak boleh lagi ada namun Polri tetap harus siap," ungkapnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Yogyakarta:
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan arahan jajarannya menjelang Pemilu 2024. Hal tersebut tetap dilakukan meski Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat meminta Komisi Pemilihan Umum (
KPU) menunda
pemilu 2024 menjadi 2025.
"Sudah saya sampikan karena tahapan pemilu sudah berjalan, artinya personel-personel pun sudah kami gelar," kata Listyo di sela acara Rapat Kerja Teknis Logistik Polri di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 3 Maret 2023.
Dia mengatakan tahapan pemilu yang dilakukan KPU menjadi acuan dalam memberi bantuan keamanan. Pengamanan dilakukan sejak memulai pendaftaran bakal calon, kampanye, hingga pendistribusian logistik.
Menurut dia pendistribusian logistik juga menjadi salah satu yang jadi fokus. Ia mengatakan daerah terdalam atau jauh yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam distribusi logistik pemilu akan dibantu.
"Kami persiapkan sesuai dengan tahapan Pemilu yang dilaksanakan. Mulai dari kegiatan pendaftaran dan kemudian nanti akan menghadapi kampanye dan selanjutnya pencoblosan termasuk mendistribusikan logistik Pemilu semuanya tentu perlu kita persiapkan, terutamanya wilayah-wilayah jauh yang butuh bantuan polisi agar logistik Pemilu sampai," jelas Listyo
Selain itu, potensi gangguan keamanan disebut mulai diantisipasi. Sebab, ancaman keamanan hingga gesekan antarpendukung peserta pemilu sangat mungkin terjadi di lapangan.
"Hal-hal seperti itu yang tentunya menjadi yang kani persiapkan, termasuk potensi-potensi apabila situasi menghangat atau situasi memanas. Walaupun kamu selalu tekankan bahwa yang namanya polarisasi tidak boleh lagi ada namun Polri tetap harus siap," ungkapnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(DEN)