Kabag Ops Polres Trenggalek Kompol Jimmy dan anggota menunjukkan barang bukti balon udara yang disita Polsek Durenan, Trenggalek. ANTARA/HO-foto warga
Kabag Ops Polres Trenggalek Kompol Jimmy dan anggota menunjukkan barang bukti balon udara yang disita Polsek Durenan, Trenggalek. ANTARA/HO-foto warga

Polisi Sita Puluhan Balon Udara Saat Perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek

Nasional tradisi tradisi ramadan balon udara Jawa Timur Idulfitri 1443 Lebaran 2022
Antara • 10 Mei 2022 06:37
Trenggalek: Puluhan balon udara asap berukuran besar yang dibuat dengan bahan utama plastik disita petugas gabungan saat puncak perayaan Lebaran Ketupat (sepekan pascaidulftri) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin.
 
"Total balon udara yang berhasil kami sita bersama tim dari Satpol PP dan PLN ada 23 buah," kata Kabag Ops Polres Trenggalek Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan, Senin, 9 Mei 2022.
 
Mayoritas balon udara yang disita merupakan hasil operasi di wilayah Kecamatan Durenan. Rinciannya, 10 balon disita oleh anggota patroli Polsek Durenan, lima balon oleh anggota patroli gabungan bersama PLN (Perusahaan Listrik Negara), dan delapan balon oleh tim gabungan dari unsur kepolisian bersama Satpol PP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Balon udara yang berhasil disita kemudian dibawa ke markas asal satuan kerja masing-masing. Ada yang disita si Mapolsek Durenan, di kantor PLN dan di Satpol PP. Barang-barang yang diamankan itu selanjutnya bakal dimusnahkan.
 
Baca: Melihat Festival Balon Udara di Wonosobo untuk Sambut Idulfitri
 
Jimmy mengatakan, penindakan atas kepemilikan balon udara atau balon asap itu dilakukan karena dinilai mengganggu keamanan dan keselamatan.
 
Hal itu mengacu pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana balon asap yang jatuh kerap memicu kebakaran, gangguan jaringan listrik PLN hingga kebakaran rumah penduduk.
 
Jimmy menegaskan, pihaknya sejak muka telah menyebarluaskan informasi larangan penerbangan balon udara/asap jauh hari sebelum Lebaran Ketupat.
 
"Dari awal kami sampaikan, ini tidak boleh karena berbahaya. Akibatnya bisa menimbulkan kebakaran di jaringan listrik, rumah, atau lahan kering," tuturnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif