Ende: Kebijakan pemerintah mengenai pembelajaran jarak jauh secara daring di tengah pandemi covid-19 memberatkan siswa di daerah terpencil. Bagaimana tidak, demi bisa mengerjakan tugas sekolah, mereka harus menyusuri hutan dan sungai agar bisa mendapatkan sinyal internet untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru mereka.
Seperti yang dilakukan para siswa yang ada di Desa Aendoko, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka terpaksa mengerjakan tugas sekolah di atas batu. Hal itu karena, di atas bebatuan di Kali Lowolaka itu mereka bisa mendapatkan signal.
Untuk menuju ke lokasi sinyal pun tidak mudah, mereka harus berjalan kaki menyusuri hutan dan kali yang diperkirakan sekitar satu kilometer untuk mendapatkan jaringan internet. Mau tidak mau, mengerjakan tugas sekolah di atas batu pun terpaksa dijalani para pelajar yang ada di desa terpencil itu.
Salah satu pelajar tingkat SMA yang mengenyam pendidikan di Kota Ende, Risna, mengaku ia bersama teman lainya harus berjalan kaki menyusuri hutan dan kali agar bisa mengerjakan tugas sekolah. Hal itu karena di tempat mereka belum ada sinyal. Namun, sinyal internet hanya ditemukan di Kali Lowolaka.
"Sinyal ini ada di satu titik saja yaitu di atas batu yang ada di Kali Lowolaka ini. Kalau kita pindah dari batu itu pasti sudah hilang sinyalnya," ujar Risna sambil mengerjakan tugas, Minggu, 8 Agustus 2021.
Ia pun mengaku usai mengerjakan tugas, dirinya bersama-sama teman-temannya harus kembali lagi ke rumah. Namun, apabila ada tugas yang diberikan oleh gurunya ia pasti kembali mencari signal di atas batu itu dengan kembali menyusuri hutan.
Dia berharap agar pemerintah bisa memasang jaringan seluler agar ia bersama teman lainya bisa belajar daring di rumahnya. Sehingga tidak perlu lagi mencari sinyal jauh ke dalam hutan dan kali.
"Saya hanya minta kepada pemerintah untuk perhatikan desa kami berupa pemasangan jaringan seluler sehingga kami bisa belajar daring di masa pandemi ini," pintanya.
Sementara itu, Kepala Desa Aendoko Vincentius Agustinus mengaku wilayah di desanya sampai saat ini belum ada jaringan seluler sehingga tidak heran kalau setiap pagi dan sore para pelajar di desanya harus mencari sinyal demi bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru mereka.
"Di desa kita ini tidak ada sinyal. Sinyal itu hanya ada di satu titik, tepatnya di Kali Lowoloka. Biasanya, di tempat itu kalau pagi sampai sore pasti ada puluhan siswa sedang melakukan pembelajaran daring atau kerjakan tugas," ujar dia.
Meski demikian, ia mengaku, pada 2021 ini, desanya mendapatkan program pembangunan akses internet yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ende. Sayangnya, kegiatan itu sampai saat ini belum dikerjakan.
"Jadi, kita harap pihak terkait bisa secepat laksanakan program Bakti ini agar desa kita sudah bisa akses internet demi mendukung kegiatan belajar daring anak-anak di desanya di masa pandemi ini," terangnya.
Ende: Kebijakan pemerintah mengenai
pembelajaran jarak jauh secara daring di tengah pandemi covid-19 memberatkan siswa di daerah terpencil. Bagaimana tidak, demi bisa mengerjakan tugas sekolah, mereka harus menyusuri hutan dan sungai agar bisa mendapatkan sinyal internet untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru mereka.
Seperti yang dilakukan para siswa yang ada di Desa Aendoko, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka terpaksa mengerjakan tugas sekolah di atas batu. Hal itu karena, di atas bebatuan di Kali Lowolaka itu mereka bisa mendapatkan signal.
Untuk menuju ke lokasi sinyal pun tidak mudah, mereka harus berjalan kaki menyusuri hutan dan kali yang diperkirakan sekitar satu kilometer untuk mendapatkan jaringan internet. Mau tidak mau, mengerjakan tugas sekolah di atas batu pun terpaksa dijalani para pelajar yang ada di desa terpencil itu.
Salah satu pelajar tingkat SMA yang mengenyam pendidikan di Kota Ende, Risna, mengaku ia bersama teman lainya harus berjalan kaki menyusuri hutan dan kali agar bisa mengerjakan tugas sekolah. Hal itu karena di tempat mereka belum ada sinyal. Namun, sinyal internet hanya ditemukan di Kali Lowolaka.
"Sinyal ini ada di satu titik saja yaitu di atas batu yang ada di Kali Lowolaka ini. Kalau kita pindah dari batu itu pasti sudah hilang sinyalnya," ujar Risna sambil mengerjakan tugas, Minggu, 8 Agustus 2021.
Ia pun mengaku usai mengerjakan tugas, dirinya bersama-sama teman-temannya harus kembali lagi ke rumah. Namun, apabila ada tugas yang diberikan oleh gurunya ia pasti kembali mencari signal di atas batu itu dengan kembali menyusuri hutan.