Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Akar Masalah Klithih Dinilai Sangat Kompleks

Nasional kejahatan
Ahmad Mustaqim • 04 Februari 2020 20:19
Yogyakarta: Kapolda Daerah istimewa Yogyakarta, Inspektur Jenderal Asep Suhendar menyebut kasus kriminalitas atau kejahatan jalanan (klithih) tidak mudah dengan cepat diselesaikan. Ia mengatakan kasus kriminalitas tersebut menjadi tanggung jawab berbagai pihak.
 
“Permasalahan ini ibarat puncak gunung es di lautan, akar masalahnya sangat kompleks,” ujarnya di Mapolda DIY, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Catatan Polda DIY, ada sebanyak 40 kasus yang ditangani pada 2019 hingga Januari 2020. Dari 40 kasus itu, total jumlah tersangka sebanyak 81 orang, yang terdiri dari 57 pelajar dan sisanya pengangguran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, para pelaku kriminalitas jalanan ini hampir selalu memiliki motif jelas, salah satunya soal eksistensi. Para pelaku melakukan acak ketika mencari calon korban.
 
“Modusnya ada yang melakukan penganiayaan sebanyak 19 kasus, 17 kasus bermodal senjata tajam, dan kasus sisanya disertai perusakan,” ujar Asep.
 
Ia menuturkan, para pelaku yang berstatus pelajar ini sering diketahui berlatar belakang dari keluarga yang tidak harmonis. Menurutnya, hal tersebut jadi salah satu pemicu anak membuat masalah tertentu di luar rumah, kriminalitas jalanan salah satunya.
 
“Saat ketemu teman sebaya dan sepemikiran, jiwa pemberontaknya muncul. Lalu melakukan tindak kriminalitas. Tidak adanya kehadiran orang tua mungkin jadi membuat anak bertindak tanpa berpikir,” kata dia.
 
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY, Komisaris Besar Rudi Heru Susanto mengungkapkan, aksi kriminalitas jalanan meningkat sejak 2017. Peningkatan hingga 50 persen terjadi pada 2018. Ia menyebut persentase kasus meingkat pada tahun berikutnya.
 
Rudi mengatakan kepolisian terus berupaya melakukan upaya pencegahan dan pembinaan masyarakat. Namun, aparat akan memproses hukum apabila terjadi kriminalitas.
 
“Tapi langkah tegas represif tetap ada sebagai usaha yang terakhir,” kata dia.
 
Rudi mengatakan, kepolisian bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY telah bekerja sama dalam melakukan pengawasan sejak 2018. Pengawasan itu dengan program satu sekolah dua polisi (SSDP).

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif