NEWSTICKER
Kapolresta Yogayakarta, Komisaris Besar Armaini (kiri) saat memberi keterangan soal penangkapan 10 remaja yang hendak lakukan tindakan kriminal. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kapolresta Yogayakarta, Komisaris Besar Armaini (kiri) saat memberi keterangan soal penangkapan 10 remaja yang hendak lakukan tindakan kriminal. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

10 Remaja di Yogyakarta Ditangkap Saat Hendak Berbuat Klithih

Nasional penganiayaan kejahatan
Ahmad Mustaqim • 13 Januari 2020 09:00
Yogyakarta: Polresta Yogyakarta menangkap 10 remaja yang membawa senjata tajam (sajam) dan diduga hendak bertindak kriminal. Sejumlah senjata tajam menjadi barang bukti dari perencanaan kriminal jalanan atau biasa disebut klithih.
 
"Ada yang anggota geng. Saat diamankan ada yang berusaha lakukan perlawanan," kata Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Armaini, di Mapolresta Yogyakarta, Minggu, 12 Januari 2020.
 
Armaini menyebut 10 remaja ini berinisial DAW, 16; MYP, 15; HRT, 16; JIP, 15; RAS, 19; MNA, 15; DB, 15; MK, 15; MGD, 16; dan DYM, 19. Enam remaja inisial bagian awal merupakan geng remaja yang masih berstatus pelajar di SMA negeri di Bantul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sisanya pelajar SMK di Bantul dan SMA negeri di Kota (Yogyakarta)," kata Armaini.
 
Armaini mengatakan mereka ditangkap pada Minggu dini hari yang berawal dari kecurigaan polisi saat patroli. Armaini menyatakan jajarannya saat patroli melihat dua remaja dengan satu sepeda motor di Jalan Imogiri Barat.
 
Saat dua remaja hendak ditanyai, kata dia, justru malah segera meninggalkan lokasi. Setelah dikejar, polisi dilempar sebuah botol bekas minuman beralkohol.
 
"Saat berhasil kami amankan, petugas mendapati mereka membawa pedang tanpa gagang. Setelah itu mereka memberi tahu ke kelompoknya," jelas Armaini.
 
Dari informasi itu aparat diarahkan ke kediaman DAW dan polisi mendapati para remaja lain sudah berkumpul beserta sejumlah senjata tajam, mulai sabit, pedang, gir, hingga senjata benda tumpul terbuat dari besi bekas.
 
Saat diperiksa mereka mengaku hendak melakukan aksi kriminal ke kelompok yang dianggap musuh. Aksi itu rencana dilakukan di kawasan Kota Yogyakarta.
 
Armaini mengatakan aparat lantas menyita sejumlah barang bukti itu. Menurut dia aparat berhasil mengantisipasi salah satu rencana aksi kriminal.
 
"Salah satu di antara mereka, DAW pernah terlibat pembakaran mobil milik Polsek Wirobrajan pada Oktober 2019. Mereka berencana balas dendam karena temannya ada yang nyaris kena palak kelompok lain," ungkapnya.
 
Ia menambahkan polisi menahan DAW dan DB terkait status kepemilikan senjata api. Mereka dijerat dengan pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Sementara remaja yang lain dalam pemeriksaan lanjutan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif