Warga mengangkut bantuan terpal yang diterima untuk untuk dijadikan hunian sementara di kawasan Banjar Darmaji, Desa Ban, Karangasem, Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Warga mengangkut bantuan terpal yang diterima untuk untuk dijadikan hunian sementara di kawasan Banjar Darmaji, Desa Ban, Karangasem, Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Kerugian Materiel Gempa Bali Capai Rp64,7 Miliar

Nasional gempa bali Gempa Bumi
Media Indonesia.com • 21 Oktober 2021 08:49
Denpasar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melakukan finalisasi pendataan kerugian akibat gempa magnitudo 4,8 yang terjadi pada Sabtu, 16 Oktober 2021.
 
Kepala BPBD Bali Made Rentin mengatakan, tidak sampai sepekan, perhitungan kerugian sudah dilakukan oleh tim BPBD bekerja sama dengan instansi terkait lainnya yang sudah terlatih dalam melakukan recovery bencana.
 
"Tim dari lintas instansi yang sudah terlatih mendata berbagai kerusakan sekaligus melakukan perhitungan kerugian yang dialami. Setelah dihitung, total kerugian materiel mencapai Rp64,72 miliar lebih dan akan dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk melakukan berbagai recovery terutama sarana dan prasarana yang bersifat publik," ujarnya di Denpasar, Kamis, 21 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, episentrum gempa bumi berada di Kabupaten Karangasem. Namun dampak gempa tidak hanya di Karangasem tetapi juga Bangli sebagai kabupaten terdekat dengan lokasi gempa.
 
"Kerusakan terparah berada di kedua kabupaten tersebut," terang Rentin.
 
Baca juga: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah Tanah Air
 
Sementara itu korban meninggal di Bangli sebanyak tiga orang karena terjadi tanah longsor. Sedangkan di Karangasem berjumlah satu orang karena tertimpa reruntuhan gedung.
 
Kemudian warga yang mengungsi di Bangli sebanyak 19 orang terutama yang berasal dari sekitar tanah longsor. Korban luka berat dan luka ringan terbanyak ada di Karangasem yakni sebanyak 75 orang. Sementara di Bangli korban yang luka berat hingga ringan sebanyak 8 orang.
 
Untuk bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya, lanut Rentin, kerusakan terparah dan terbanyak berada di Karangasem. Jumlahnya mencapai 1841 bangunan mulai dari rumah, pura atau bangunan suci, fasilitas umum seperti kantor dan gedung lainnya.
 
"Di Kabupaten Bangli kerusakan bangunan tidak terlalu banyak karena lokasinya yang jauh dari sumber gempa," ungkapnya.
 
Rentin menyebutkan ada 23 bangunan di Bangli yang rusak. BPBD bersama instansi terkait sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan berbagai perbaikan sarana dan fasilitas
publik.
 
"Rehabilitasi rumah warga akan dikoordinasi dengan dinas sosial baik provinsi maupun kabupaten yang bersangkutan untuk melakukan berbagai perbaikan," jelas dia. (Arnoldus Dhae)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif