Ilustrasi. MI/Pius Erlangga
Ilustrasi. MI/Pius Erlangga

Pemkot Makassar Terapkan Jam Malam saat Natal Tahun Baru

Nasional perayaan natal dan tahun baru libur natal libur panjang natal dan tahun baru
Muhammad Syawaluddin • 20 Desember 2020 07:10
Makassar: Pemerintah Kota Makassar akan memberlakukan jam malam di lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan saat pergantian tahun. Kebijakan itu sebagai upaya menekan angka penyebaran covid-19.
 
Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan beberapa pekan terakhir angka kasus virus korona di Kota Makassar meningkat cukup signifikan. Pihaknya akan mengeluarkan kebijakan untuk melakukan antisipasi. 
 
"Kita akan buat pembatasan gerak keramaian, kerumunan, selama Natal dan Tahun Baru," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 19 Desember 2020.
 
Rudy menjelaskan, tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan saat Natal 2020 dan tahun baru 2021 yakni restoran, hotel, dan kafe akan diberlakukan pembatasan jam malam. Tempat-tempat itu nantinya hanya bisa beroperasi hingga pukul 19.00 Wita. 
 
"Rencananya dimulai 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021," jelasnya. 
 
Baca: Polda NTT Tak Keluarkan Izin Keramaian untuk Tahun Baru 
 
Rencana pembatasan jam malam mulai disosialisasikan kepada para pelaku usaha pada 21 Desember 2020. Sehingga, diharapkan bisa dijalankan sesuai rencana. 
 
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga berencana menutup tempat fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Dia memastikan tidak akan mengeluarkan izin keramaian.
 
"Karena, potensi yang paling besar adalah akibat perayaan acara tahun baru. Ini harus diantisipasi. Kita tak ingin kasus covid-19 menambah lagi," ujarnya. 
 
Rudy mengimbau masyarakat yang berada di luar Kota Makassar untuk tidak datang saat perayaan Natal dan tahun baru. Karena Pemerintah Kota Makassar telah meniadakan acara atau kegiatan perayaan Natal dan tahun baru. 
 
"Pengawasan kita akan perketat, Satpol PP sebagai ujung tombak di backup TNI dan Polri. Bahkan kalau ada yang membandel bisa dikenakan Undang-undang karantina hingga pidana," tegasnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif