Foto Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang disebar polisi saat dilaporkan kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Dok. Polda Metro Jaya
Foto Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang disebar polisi saat dilaporkan kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Dok. Polda Metro Jaya

Kisah Tim Pencari Cai Changpan, Terjunkan 190 Personel Hingga Bertemu Genderuwo

Nasional narapidana tahanan tewas tahanan kabur
Hendrik Simorangkir • 19 Oktober 2020 13:44
Tangerang: Sebanyak 190 personel Polisi dari Satnarkoba Polres Metro Tangerang, Polda Metro Jaya, Brimob dan empat anjing pelacak (K9) diterjunkan untuk mencari terpidana mati, Cai Changpan di hutan Tenjo hingga ke Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam pencarian tersebut, Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Pratomo, memimpin langsung proses pencarian.
 
"Pencarian siang dan malam. Tim dari Brimob 98 personel, Satnarkoba Polres 15 personel, dan Polda Metro Jaya sekitar 60 persoel, serta K9," ujar Pratomo, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Setelah berhasil kabur dari Lapas Tangerang, Jajaran Sat narkoba langsung memburu Cai Changpan yang terdeteksi berada di kediaman istrinya di kawasan Tenjo, Bogor. Pratomo menceritakan pengalamannya dalam pencarian tersebut yang memakan hampir satu bulan lamanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi berdasarkan keterangan tukang ojek Mandra, dia mengantarkan (Cai Changpan) sampai ke Tenjo. Saat kita datangi dia sudah tidak di rumah itu. Fenomena alam banyak sekali kami dapati saat pencarian. Mulai bertemu Genderuwo malam-malam di hutan dan sebagainya," katanya.
 
Baca: Bandar Narkoba Cai Changpan Gali Lubang Sepanjang 30 Meter
 
Selanjutnya, pada 22 September 2020, Satnarkoba Polres Metro Tangerang, mencari Cai Changpan ke hutan Tenjo. Hal itu, didasari informasi warga sekitar yang melihat pelarian Cai Changpan.
 
"Warga sudah pada tahu, ada buronan polisi saat itu. Kita mendapat informasi pelariannya ke arah hutan. Saat pencarian banyak masyarakat melihat orang mencurigakan, berada di dalam hutan sendirian," jelasnya.
 
Hutan Tenjo yang begitu luas, kata Pratomo menyulitkan pihak kepolisian mencari Cai Changpan dengan personel terbatas. Sampai didatangkan bantuan personel dari Polda Metro Jaya, sebanyak 60 personel.
 
"Pada 23 September 2020, datang bantuan 60 personel dari Polda. Semakin kita sisir, semakin luas dan pada 4 Oktober 2020 diperbantukan 98 personel Brimob, empat anjing K9 dan 7 petugasnya," katanya.
 
Pratomo menuturkan proses pencarian panjang dan melelahkan itu, akhirnya diketahui bahwa Cai berada di pabrik pengolahan limbah ban di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga. Namun Cai Changpan tewas dalam kondisi tergantung di area pabrik.
 
"Tertangkapnya di hutan sebelah hutan Tenjo, di Desa Koleang, Kecamatan Jasinga. Itu sekitar 8 KM dari titik ujung hutan Tenjo," ungkapnya.
 
Dari penemuan jasad tersebut, pihaknya hanya mendapati satu dompet milik Cai Changpan dengan uang didalamnya berisi Rp1.060.000.
 
"Dari TKP pabrik pengolahan limbah Ban, kami menemukan dua lubang bekas galian, yang awalnya diduga Cai Changpan menyembunyikan sesuatu atau mencari sesuatu dari bekas lubang tersebut," tuturnya.
 
Pratomo menambahkan lubang bekas galian itu sekitar 50 meter dari lokasi. Namun pihaknya tak menemukan apapun.
 
"Kita bawa K9 untuk mengendus, jika tidak ada apa-apa. Proses pencarian terbuka dan tertutup. Kita pakai penunjuk jalan di hutan dan melekat dengan masyarakat yang sangat membantu," katanya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif