Pengungsi lansia dan anak-anak di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)
Pengungsi lansia dan anak-anak di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Boyolali dan Klaten Diminta Persiapkan TPS Darurat Antisipasi Merapi

Nasional gunung merapi pilkada serentak erupsi gunung
Widjajadi • 14 November 2020 08:31
Yogyakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Boyolali dan Klaten menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) darurat untuk warga terdampak erupsi Gunung Merapi. TPS darurat akan dibuat lantaran meningkatnya ativitas vulkanik Gunung Merapi sejak 5 November 2020.
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan KPU Boyolali dan KPU Klaten yang menjadi daerah terdampak jika terjadi erupsi Gunung Merapi, agar berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sehingga perkembangan Merapi dapat diketahui secara pasti," kata Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, Sabtu, 14 November 2020.
 
Baca: Pengungsi Merapi di Jateng dan Sleman Mencapai 1.457 Jiwa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan dua KPU tersebut perlu tahu dari BPBD hasil pendataan jumlah warga yang terdampak jika terjadi erupsi Gunung Merapi. Hal ini untuk kesiapan mengadakan TPS Darurat jika saat menjelang dan hari H pencoblosan Merapi masih bergolak.
 
Kedua kantor KPU, baik di Boyolali maupun Klaten, perlu membuat TPS darurat dan menentukan lokasi. Menurutnya TPS darurat di Boyolali wilayah KRB bisa digeser ke lokasi wilayah Kabupaten Magelang karena lokasi berdekatan dan tidak sedang mengadakan pilkada.
 
"Data detil jumlah pemilih yang terdampak merapi berapa. Kemudian lokasinya tempat TPS darurat di Boyolali berapa dan Magelang berapa harus jelas untuk dilaporkan pada KPU RI," jelasnya.
 
Untuk KPU Klaten yang masuk daerah terdampak juga diminta melakukan pendataan jumlah pemilih untuk penentuan jumlah TPS darurat uang dibuat dan penentuan lokasi TPS. Pramono menegaskan lokasi TPS darurat di antaranya bisa berada di lokasi pengungsian, memindahkan di kantor kelurahan, kecamatan yang dianggap aman.
 
"Pembuatan TPS darurat masih cukup waktu. Yang terpentingkan pendataannya dulu, jadi pemilih harus by name by address. KPU RI berharap pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) warga terdampak merapi dari dua KPU di Jawa Tengah ini segera diselesaikan secepatnya," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif