Isoter Covid-19 Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14.5, Besi, Kabupaten Slema. Medcom.id/Mustaqim
Isoter Covid-19 Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14.5, Besi, Kabupaten Slema. Medcom.id/Mustaqim

UII Aktifkan Selter Isolasi Pasien Covid-19

Ahmad Mustaqim • 23 Februari 2022 12:13
Sleman: Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta kembali mengaktifkan rusunawa sebagai selter isolasi pasien covid-19. Keputusan ini diambil menyusun lonjakan signifikan kasus covid-19 di DIY, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.
 
"Kami memutuskan mengaktifkan tempat isolasi terpusat atau Isoter Covid-19 UII per hari ini," kata Koordinator Isoter UII, Nur Aisyah Jamil, Rabu, 23 Februari 2022.
 
Isoter covid-19 tersebut beralamat di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14.5, Besi, Kabupaten Sleman atau sisi selatan kampus UII. Selter ini juga sempat digunakan untuk isoter pada 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Respons ini menunjukkan kepedulian dan kepekaan UII akan dinamika pandemi yang belum kunjung usai. Dalam mengelola fasilitas kesehatan darurat ini, UII menggandeng Pemerintah Kabupaten Sleman, RS JIH, RS UII, serta para donatur," kata Nur Aisyah.
 
Menurut dia, Isoter UII bisa dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Sleman dan sekitarnya, serta sivitas UII yang terpapar covid-19. Syaratnya, orang tersebut harus dalam kondisi tanpa gejala ataupun gejala ringan. Pihak UII menyatakan isolasi di Isoter tersebut tanpa dipungut biaya.
 
Baca juga: 338 Mahasiswa Positif Covid-19, Universitas Syiah Kuala Lanjut Kuliah Daring
 
"Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap karena tempat Isoter ini berlantai 4 dan mampu menampung 69 pasien. Setiap kamar tidur hanya diisi satu pasien. Sementara kamar mandi juga telah dipisahkan sesuai nomor masing-masing pasien," katanya.
 
Ia mengungkapkan, tenaga medis yang bertugas di fasilitas tersebut berasal dari RS JIH dan RS UII. Pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Unisia Polifarma guna menjamin kebutuhan obat dan layanan pengantaran obat bagi pasien.
 
Ia menambahkan pasien rujukan dari Puskesmas setempat akan menjalani isolasi selama minimal sepuluh hari dan atau sudah dinyatakan dokter layak untuk selesai isolasi. Apabila dalam masa isolasi kondisinya menurun, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan covid-19 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
 
"Setelah dinyatakan selesai menjalani isolasi, pasien akan mendapatkan Surat Keterangan Selesai Isolasi. Pasien harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan mematuhi instruksi pasca-isolasi dari dokter," tuturnya.
 
Tambahan kasus baru covid-19 pada Selasa, 22 Februari kemarin sebanyak 2.450. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding hari sebelumnya sebanyak 1274 kasus. Total kasus terkonfirmasi menjadi 177.257 kasus.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif