Nelayan menyusun ikan yang baru diturunkan dari kapal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang,. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Nelayan menyusun ikan yang baru diturunkan dari kapal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang,. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Harga Ikan Melambung Terdampak Cuaca Buruk, Pedagang Pilih Tutup Lapak

Nasional kerugian bencana Perikanan kenaikan harga Ikan cuaca ekstrem cuaca buruk gelombang tinggi NTT
Antara • 16 Januari 2022 14:56
Kupang: Sejumlah lapak penjual ikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpaksa tutup akibat tak adanya pasokan ikan dari sejumlah nelayan di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu.
 
"Pasokan ikan berkurang semenjak cuaca buruk melanda daerah ini. Akhirya kami tutup sementara lapak kami," kata Nikodemus, seorang penjual ikan di pasar ikan di Pasar Kasih Kota Kupang, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Melansir Antara, beberapa lapak ikan masih buka dengan menjual ikan-ikan segar tetapi yang lainnya tutup karena tak dapat pasokan ikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun walaupun buka, harga ikan justru melonjak karena minimnya pasokan ikan dari para nelayan yang biasa melaut di perairan NTT.
 
Baca juga: Stok 1 Juta Liter Minyak Goreng per Bulan, Lampung Siap Operasi Pasar
 
Ikan kerapu misalnya, dari semula yang ukuran sedang hanya Rp50 ribu per ekor, kini harganya mencapai Rp100 ribu per ekor.
 
"Dari nelayan juga harganya naik sehingga kami juga naikan harga jualnya," tambah dia.
 
Sementara itu harga jual ikan di sepanjang jalan Namosain, Kota Kupang, yang merupakan salah satu daerah kampung nelayan, juga mengalami kenaikan harga.
 
"Pasokan ikan kurang. Sulit sekarang cari ikan jadi memang harganya naik," ujar Astuti Langga.
 
Ia mengatakan bahwa ikan tongkol yang dijualnya juga untuk ukuran sedang kini mencapai Rp70 ribu, dari sebelumnya hanya dijual dengan harga Rp50 ribu per ekor.
 
Baca juga: Sektor Perikanan di Aceh Timur Rugi Rp12 Miliar Akibat Banjir
 
Sementara itu untuk ikan-ikan kombong, kata Astuti, terpaksa dijual dengan mengurangi jumlah.
 
"Biasanya kalau ikan kombong, 12 ekor harganya mencapai Rp50 ribu. Tetapi kini dikurangi menjadi sembilan ekor saja," ungkapnya.
 
Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi mengimbau warga waspada karena angin kencang diprakirakan menerjang NTT.
 
"Potensi angin kencang dipicu tekanan rendah yang terpantau di Australia Barat bagian utara atau di selatan NTT," katanya.
 
Selain memicu datangnya angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot di wilayah NTT, ia mengatakan, tekanan rendah di Australia Barat bagian utara meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan serta gelombang tinggi.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif