kereta api di masa mudik Lebaran. Foto: Dok/Medcom.id
kereta api di masa mudik Lebaran. Foto: Dok/Medcom.id

PT KAI Ancam Pidanakan Pelempar Benda ke Kereta

Nasional kereta api PT KAI Kereta Api Jarak Jauh
Ahmad Mustaqim • 25 April 2022 04:46
Yogyakarta: Pelemparan benda ke kereta api yang sedang berjalan kembali terjadi. Peristiwa itu menjadi yang kedua kalinya setelah kasus pertama terjadi awal April lalu. 
 
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto mengungkapkan sebanyak empat orang ditangkap dalam peristiwa kedua ini. Ia mengatakan para pelaku yang ditangkap di kawasan Stasiun Sragen itu masih berusia anak-anak. 
 
"Para pelaku yang usianya masih belia ini, berhasil diamankan petugas pengamanan Stasiun Sragen setelah melempari KA Mutiara Selatan," kata Supriyanto di Yogyakarta, Minggu, 24 April 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut usia para pelaku pelemparan mulai 8 hingga 12 tahun. Karena tindakan tersebut sangat membahayakan dan untuk memberikan efek jera, Daop 6 berkoordinasi dengan Polsek Masaran, Sragen untuk pembinaan. Selain itu, juga membuat surat pernyataan yang disaksikan orang tua pelaku, Polsek, dan petugas stasiun.
 
Pihaknya mengingatkan ancaman hukuman pidana atas aksi pelemparan benda ke kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1.
 
Baca: Dukung Kendaraan Operasional Lebaran, KAI Bandung Operasikan 166 Kereta
 
Di dalam pasal tersebut berbunyi barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. 
 
"Jadi kami tegaskan bahwa perbuatan tersebut termasuk kategori sangat membahayakan dan melanggar hukum," kata Supriyanto.
 
Selain itu, Supriyanto melanjutkan, masih di pasal yang sama pada ayat 2 dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang meninggal maka pelaku terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. Larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. 
 
"Kami mengimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum," ucap Supriyanto.
 
Sementara, KRL menjadi salah satu rangkaian kereta yang memiliki jadwal padat melintas Yogyakarta-Solo. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mangatakan pihaknya akan berupaya memperluas sosialisasi bahaya pelemparan benda ke kereta api dan adanya ancaman pidana. 
 
"Kami akan tindak lanjuti dengan berkoordinasi untuk sosialisasi ke pihak terkait, seperti pemerintah desa, agar kasus serupa tak terulang," ungkap Anne. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif