Wakil wali kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan di pasar tradisional. (Foto: Istimewa)
Wakil wali kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan di pasar tradisional. (Foto: Istimewa)

Sidak Pasar, Pemkot Tangsel Janji Stabilkan Harga Pangan

Nasional kenaikan harga harga cabai Pasar Tradisional tangerang selatan
Farhan Dwitama • 24 Desember 2021 12:22
Tangerang: Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, berharap harga-harga bahan kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan tinggi dapat berangsur turun. 
 
"Mudah-mudahan akhir tahun turun harganya, tidak melonjak begitu tinggi," kata Pilar Saga, Jumat, 24 Desember 2021.
 
Dirinya mengaku juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Tangerang Selatan, guna mendengar langsung keluhan dan persoalan yang dialami pedagang pasar. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: 3 Pelaku Pemerkosaan Remaja di Nagan Raya Ditangkap
 
"Sidak ini untuk mengumpulkan informasi dari pedagang dan pembeli untuk kita rumuskan kira-kira langkah apa. Apakah operasi pasar dan lain sebagainya, supaya harga ini remain stable," ungkap Pilar.
 
Dia memastikan, dari pertemuannya ke sejumlah pedagang di pasar tradisional di Tangsel, memperlihatkan adanya kenaikan harga yang diakibatkan keterlambatan suplai dan gangguan cuaca hingga menyebabkan petani gagal memanen hasil pertaniannya. 
 
"Kenaikan tertinggi di cabai dan telur. Ayam dan daging stabil. Cabai ini kenaikannya sampai 4 kali. Mereka menyampaikan bahwa kejadian ini biasa terjadi di akhir tahun. Karena kan sekarang masuk musim penghujan dan panen (cabai) banyak gagal," ungkapnya.
 
Baca juga: Gus Yahya Terpilih sebagai Ketum PBNU 2021-2026
 
Meski begitu, Pilar meyakinkan kalau seluruh stok bahan pangan dan sayur mayur masih dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.
 
"Semuanya masih lengkap, yang langka itu sebenarnya minyak sama cabai karena panennya di musim penghujan, barang engga bagus. Nah itu juga agak sulit," jelas dia.
 
Begitu juga dengan minyak goreng, yang mengalami peningkatan harga dan kelangkaan barang. Sementara permintaan untuk minyak goreng masih sangat tinggi. 
 
"Mungkin penanganannya adalah operasi pasar untuk memberikan, mencari solusi harga supaya harga tetap stabil. Ini kan yang menjadi masalah adalah penyuplai. Misalkan ayam atau cabai dari daerah Jawa, telur dari Blitar gitu kan. Ini harga yang tidak bisa kontrol sejauh itu. Jadi ya pedagang menaikan, bukan karena sendirinya memang dari suplier atau petaninya harga memang naik," jelas dia. 

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif