Petugas BPBD Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, saat menyalurkan bantuan air bersih pada musim kemarau tahun 2019. ANTARA/HO-BPBD Cilacap
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, saat menyalurkan bantuan air bersih pada musim kemarau tahun 2019. ANTARA/HO-BPBD Cilacap

BPBD Cilacap Siapkan 500 Tangki Air Bersih Menghadapi Kemarau

Nasional kemarau krisis air bersih
Antara • 01 Juli 2020 16:05
Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 500 tangki bantuan air bersih untuk menghadapi musim kemarau. Khususnya di 54 desa yang rawan kekeringan dan krisis air bersih di Cilacap.
 
"Kami sudah siapkan empat armada tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih, tiga armada di antaranya milik BPBD Kabupaten Cilacap dan satu armada milik PMI Kabupaten Cilacap," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, melansir Antara, Rabu, 1 Juli 2020.
 
Pihaknya juga telah menyiapkan personel beserta sarana dan prasarana pendukung penyaluran bantuan air bersih tersebut. Dia memastikan akan memaksimalkan alokasi anggaran bantuan air bersih dari APBD Kabupaten Cilacap minimal 500 tangki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun kemarin sampai lebih dari 1.000 tangki karena musim kemaraunya berlangsung selama tujuh bulan. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, musim kemarau tahun ini tidak sampai tujuh bulan," imbuhnya.
 
Baca:Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan
 
Dia mengungkap, musim kemarau di Kabupaten Cilacap diperkirakan berlangsung hingga November atau selama lima bulan. Sehingga, diharapkan bantuan air bersih 500 tangki bisa mencukupo kebutuhan sekitar 54 desa di 17 kecamatan di Cilacap yang rawan kekeringan maupun krisis air bersih.
 
"Seumpamanya 500 tangki tersebut tidak mencukupi kebutuhan, kami akan menggandeng dunia usaha dalam penyaluran bantuan air bersih seperti yang dilakukan pada tahun 2019," terangnya.
 
Pihaknya tetap mengandalkan PDAM Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap dalam penyediaan bantuan air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, perihal pipanisasi air bersih, Tri mengatakan, hingga kini belum ada perluasan jaringan khususnya dari PDAM Tirta Wijaya.
 
Dia mengharapkan adanya keterlibatan dari perusahaan di Kabupaten Cilacap termasuk PDAM Tirta Wijaya untuk membantu program pipanisasi air bersih bagi desa yang rawan kekeringan maupun krisis air bersih.
 
"Dengan adanya perluasan jaringan maupun pipanisasi air bersih dapat mengurangi jumlah desa yang terdampak kekeringan maupun krisis air bersih," jelasnya.
 
Dia mengaku, kebutuhan air bersih dipastikan meningkat ditengah pandemi covid-19. Karena digunakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.
 
"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang mengajukan bantuan air bersih. Mungkin karena ketersediaan air bersihnya masih mencukupi kebutuhan," terangnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif