Surabaya: Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa meminta RT/RW mengawasi pemudik yang baru tiba dari perantauan. Pemudik diminta wajib lapor ke RT/RW setempat mengantisipasi penyebaran covid-19 (korona).
"Jadi mereka (pemudik) harus lapor, mulai ke tingkat RT/ RW hingga Lurah. Sehingga tercatat mobilitas warganya yang baru pulang kampung," kata Khofifah, di Surabaya, Rabu, 1 April 2020.
Pendataan pemudik khsusnya dari daerah-daerah yang sudah berkategori zona merah covid-19, penting dilakukan. Terang Khofifah hal ini memudahkan proses tracing (penelusuran) jika ada warga yang terinfeksi positif covid-19.
"Mungkin pemudik itu positif, maka bisa dilacak pergerakannya dan segerakan orang sekitar juga diperiksakan kesehatannya. Ini juga untuk kepentingan tracing yang bisa lebih mudah, dan cepat, dan koordinasi nyambung terus," katanya.
Baca: RT/RW di Kota Malang Diminta Mendata Pendatang
Khofifah menyebut saat ini tercatat 25.450 perantau asal Jatim yang mudik Lebaran lebih awal sejak 16-29 Maret 2020. Puluhan ribu pemudik ini tiba dengan menggunakan transportasi bus, bahkan jumlah penumpang bus yang masuk ke Jatim mencapai 7.635 orang per hari.
Khofifah memprediksi jumlah pemudik dari luar provinsi yang masuk ke Jatim berkisar 40 ribu orang 16-31 Maret 2020. Sementara untuk pemudik lokal, jumlahnya diperkirakan mencapai 50.790 orang.
Menurut Khofifah, kebanyakan pemudik asal Jatim ini berprofesi sebagai pengemudi ojek daring hingga sopir taksi.
"Dari pekerja tranportasi seperti ojek online (ojol), sopir taksi, yang terkonfirmasi 169.300 orang, dan yang sudah mudik 50.790," kata Khofifah.
Surabaya: Gubernur Jawa TImur Khofifah Indar Parawansa meminta RT/RW mengawasi pemudik yang baru tiba dari perantauan. Pemudik diminta wajib lapor ke RT/RW setempat mengantisipasi penyebaran covid-19 (korona).
"Jadi mereka (pemudik) harus lapor, mulai ke tingkat RT/ RW hingga Lurah. Sehingga tercatat mobilitas warganya yang baru pulang kampung," kata Khofifah, di Surabaya, Rabu, 1 April 2020.
Pendataan pemudik khsusnya dari daerah-daerah yang sudah berkategori zona merah covid-19, penting dilakukan. Terang Khofifah hal ini memudahkan proses
tracing (penelusuran) jika ada warga yang terinfeksi positif covid-19.
"Mungkin pemudik itu positif, maka bisa dilacak pergerakannya dan segerakan orang sekitar juga diperiksakan kesehatannya. Ini juga untuk kepentingan
tracing yang bisa lebih mudah, dan cepat, dan koordinasi nyambung terus," katanya.
Baca:
RT/RW di Kota Malang Diminta Mendata Pendatang
Khofifah menyebut saat ini tercatat 25.450 perantau asal Jatim yang mudik Lebaran lebih awal sejak 16-29 Maret 2020. Puluhan ribu pemudik ini tiba dengan menggunakan transportasi bus, bahkan jumlah penumpang bus yang masuk ke Jatim mencapai 7.635 orang per hari.
Khofifah memprediksi jumlah pemudik dari luar provinsi yang masuk ke Jatim berkisar 40 ribu orang 16-31 Maret 2020. Sementara untuk pemudik lokal, jumlahnya diperkirakan mencapai 50.790 orang.
Menurut Khofifah, kebanyakan pemudik asal Jatim ini berprofesi sebagai pengemudi ojek daring hingga sopir taksi.
"Dari pekerja tranportasi seperti ojek online (ojol), sopir taksi, yang terkonfirmasi 169.300 orang, dan yang sudah mudik 50.790," kata Khofifah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)