Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Medcom.id)
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Medcom.id)

Merasa Tak Sedarah, Pria di Batu 4 Tahun Tiduri Anak Tiri

Clicks.id • 20 September 2022 15:11
Batu: Polres Batu, Jawa Timur, mengungkap kasus pencabulan terhadap anak tiri yang dilakukan oleh tersangka WD, 42, warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
 
WD tega mencabuli anak tirinya selama 4 tahun sejak korban berusia 12. Total sudah 7 kali WD memaksa korban melakukan hubungan selayaknya pasangan suami istri.
 
Kapolres Batu, AKBP Oskar Syamsuddin, mengatakan kejadian itu terungkap setelah ibu korban berinisal RW melaporkan kejadian yang dialami putrinya pada 24 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah ada laporan petugas Satreskrim Polres Batu langsung bertindak cepat dan berhasil membekuk pelaku. Diketahui dari pendalaman, pelaku pertama kali melakukan perbuatannya saat korban berusia 12 tahun atau kelas 1 SMP," ujarnya, Selasa, 20 September 2022.
 
Pelaku tega melakukan tindakan pencabulan karena merasa tidak memiliki hubungan darah dengan korban serta menjadikan korban pelampiasan nafsu birahinya. Tidak hanya itu, pelaku juga sempat mengiming-imingi akan membelikan handphone kepada korban.
 
Baca juga: 17 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pencabulan oleh Calon Pendeta

"Namun setelah keinginan pelaku dipenuhi korban, handphone yang dijanjikan tidak kunjung dibelikan sampai saat ini. Tersangka sendiri melakukan aksinya ketika keadaan rumah sepi atau ketika malam hari," imbuhnya.
 
Aksi itu berhenti ketika korban menginjak kelas 10 SMK. Pelaku melakukan pencabulan seperti memegang area sensitif dan lain sebagainya.
 
"Akibat perbuatannya pelaku dijerat UU no 35 tahun 2014 pasal 81 ayat 3 KUHP tentang persetubuhan dan pasal 82 ayat 2 KUHP tentang pencabulan dan perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar," paparnya.
 
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Yussi Purwanto, menerangkan bahwa WD sebelumnya menikahi ibu korban sejak 2016. Namun pada 2018-2021, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban.
 
"Kasus ini berawal atas kecurigaan ibu korban pas pulang sekolah. Setiap pulang sekolah korban merasa tidak aman di rumah. Sehingga ibunya menanyakan kepada korban dan korban mengakui bahwa telah mendapatkan pelecehan seksual dari ayah tirinya," jelas Yussi.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif