Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatalkan rencana menaikkan besaran retribusi masuk wisata pantai selatan untuk mencegah penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi andalan tersebut meskipun harga ada kenaikan harga bahan bakar minyak.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan rencana menaikkan retribusi pantai selatan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per orang digulirkan Pemkab Bantul sebelum pemerintah mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
"Mengapa batal, asumsinya bergeser, kita kan merencanakan kenaikan retribusi itu dengan mengasumsikan kondisi ekonomi makro tetap, tetapi begitu ada kenaikan BBM, ini mengakibatkan inflasi, dan kenaikan harga-harga ini akan berimbas, di antaranya pada biaya transportasi," katanya, Selasa, 13 September 2022.
Dia mengatakan kalau harga transportasi naik, tentu biaya perjalanan wisatawan juga naik, sehingga kalau tiket masuk wisata dinaikkan, biaya akan semakin tinggi, yang dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan berkunjung ke objek wisata pantai selatan Bantul.
"Dan itu dampaknya pada penurunan wisatawan, kalau wisatawan menurun maka masyarakat yang berusaha di objek-objek pariwisata akan berdampak dari penurunan ini, jadi kita ini hanya mengerem supaya daya beli itu tidak terlalu rendah," ucap dia.
Bupati mengatakan jika daya beli masyarakat terlalu rendah, dampaknya objek wisata di Bantul akan sepi pengunjung.
"Kalau objek wisata sepi masyarakat yang akan terdampak, maka dengan pertimbangan itu kenaikan retribusi kita tunda," katanya.
Dia berharap minat kunjungan wisatawan ke Bantul tetap seperti sebelum kenaikan harga BBM. Namun, jika mengalami penurunan yang berdampak pada perolehan pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah daerah tidak terlalu mempersoalkan.
"Kita lebih mementingkan masyarakat, PAD itu kedua, tapi PDRB (produk domestik regional bruto) ini yang harus kita upayakan untuk senantiasa naik, karena PDRB itu ukuran bagi kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatalkan rencana menaikkan besaran retribusi
masuk wisata pantai selatan untuk mencegah penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi andalan tersebut meskipun harga ada kenaikan harga bahan bakar minyak.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan rencana menaikkan retribusi pantai selatan dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per orang digulirkan Pemkab Bantul sebelum pemerintah mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
"Mengapa batal, asumsinya bergeser, kita kan merencanakan kenaikan retribusi itu dengan mengasumsikan kondisi
ekonomi makro tetap, tetapi begitu ada kenaikan BBM, ini mengakibatkan inflasi, dan kenaikan harga-harga ini akan berimbas, di antaranya pada biaya transportasi," katanya, Selasa, 13 September 2022.
Dia mengatakan kalau harga transportasi naik, tentu biaya perjalanan wisatawan juga naik, sehingga kalau tiket masuk wisata dinaikkan, biaya akan semakin tinggi, yang dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan berkunjung ke objek wisata pantai selatan Bantul.
"Dan itu dampaknya pada penurunan wisatawan, kalau wisatawan menurun maka masyarakat yang berusaha di
objek-objek pariwisata akan berdampak dari penurunan ini, jadi kita ini hanya mengerem supaya daya beli itu tidak terlalu rendah," ucap dia.
Bupati mengatakan jika daya beli masyarakat terlalu rendah, dampaknya objek wisata di Bantul akan sepi pengunjung.
"Kalau objek wisata sepi masyarakat yang akan terdampak, maka dengan pertimbangan itu kenaikan retribusi kita tunda," katanya.
Dia berharap minat kunjungan wisatawan ke Bantul tetap seperti sebelum kenaikan harga BBM. Namun, jika mengalami penurunan yang berdampak pada perolehan pendapatan asli daerah (PAD), pemerintah daerah tidak terlalu mempersoalkan.
"Kita lebih mementingkan masyarakat, PAD itu kedua, tapi PDRB (produk domestik regional bruto) ini yang harus kita upayakan untuk senantiasa naik, karena PDRB itu ukuran bagi kesejahteraan rakyat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)