olisi tangkap pelaku spesialis pembobolan mobil dan truk di rest area di Jawa Barat
olisi tangkap pelaku spesialis pembobolan mobil dan truk di rest area di Jawa Barat

Komplotan Spesialis Pembobol Mobil di Rest Area Tol Transjawa Dibekuk

Nasional pencurian Jawa Barat Rest area
P Aditya Prakasa • 28 April 2022 12:33
Bandung: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menangkap komplotan pembobol truk dan mobil di rest area jalan tol. Komplotan ini biasa beroperasi di rest area jalan tol di Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Jawa Tengah.
 
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, polisi menerima sebanyak 18 laporan dari masyarakat terkait kasus pembobolaan mobil. Laporan tersebut diterima sejak Juni 2021 lalu hingga 22 April 2022.
 
"Jadi ada dua kelompok, yang satu spesialis pembobol truk dan satu lagi pembobol kendaraan pribadi biasa. Totalnya ada 7 tersangka yang ditangkap dan mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," ucap Ibrahim di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ibrahim mengatakan, sebelum melakukan aksinya, para pelaku mencari target pembobolan dengan berputar-putar di rest area. Kemudian mereka memarkirkan kendaraannya di sebelah mobil yang akan menjadi target pembobolan.
 
Baca: Dramatis, Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku Curat di Bandung
 
"Mereka mencari dan berputar-putar di rest area, lalu kemudian mereka parkir di sebelah mobil yang kosong. Mereka menjebol pintu dengan kunci astag. Dalam sehari mereka bisa beberapakali melakukan aksi itu," kata Ibrahim.
 
Di tempat yang sama, Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yani Sudarto mengatakan, tiga pelaku di antaranya ditangkap di Gerbang Tol Pasirkoja, Kota Bandung. Aksi penangkapan ketiga orang itu sempat viral karena terjadi cukup menegangkan.
 
"Sebelum penangkapan tim kita sudah membututi mereka di ruas tol di Cirebon. Tapi mereka bermanuver dan tim mempertimbangkan adanya risiko apabila penangkapan dilakukan di jalan tol. Jadi pilihannya kita hadang mereka ketika mau masik pintu gerbang tol agar tidak menimbulkan laka lantas dan resiko lainnya," kata dia.
 
Selain barang-barang milik korban di dalam mobil, lanjut Yani, mereka juga mengambil kartu E-Toll. Mereka menggunakan kartu milik korban saat kabur melalu gebang tol keluar.
 
"Kartu tol itu digunakan para pelaku agar tidak teridentifikasi setelah berhasil melakukan aksi pembobolan," kata dia.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif