Ilustrasi. Pelaksanaan Haji di 2021 ini akan dibatasi seperti halnya di 2020. Foto Dok AFP
Ilustrasi. Pelaksanaan Haji di 2021 ini akan dibatasi seperti halnya di 2020. Foto Dok AFP

Khofifah Minta Yankes Aktif Gelar Vaksinasi Booster untuk Calon Jemaah Haji

Nasional haji ibadah haji Khofifah Indar Parawansa Vaksin Booster Jawa Timur vaksinasi booster lansia
Amaluddin • 12 Mei 2022 13:23
Surabaya: Sebanyak 16.862 calon jemaah haji (CJH) asal Jawa Timur akan berangkat ibadah haji tahun 2022. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun meminta layanan kesehatan aktif menggelar vaksinasi dosis dua dan booster bagi CJH. 
 
"Jumlahnya ada sebanyak 16.862 CJH yang akan berangkat haji. Vaksin dosis kedua dan booster menjadi urusan pemda, karena kami punya stok vaksin dan vaksinator yang cukup," kata Khofifah bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, di Surabaya, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Khofifah menyampaikan vaksin CJH telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sebab, pemerintah daerah memiliki stok vaksin dan tenaga vaksinator yang cukup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemprov Jatim meminta Kanwil Jatim mengidentifikasi dan mencarikan akses fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat berdasarkan data nama-nama jemaah haji yang akan berangkat. 
 
"Siapa-siapanya itu nanti yang leading Pak Kanwil Kemenag Jatim. Password-nya vaksin bagi CJH: Gak Pakai Lama (GPL)," ujarnya. 
 
Baca: Kemenag dan Garuda Sepakat Terbangkan Jemaah Haji dari 9 Embarkasi
 
Terkait vaksin untuk CJH, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, mendorong jemaah haji segera melengkapi vaksin dosis pertama, kedua, maupun booster. Berdasarkan data dari Dirjen PHU, ada 64 persen jemaah belum divaksin kedua.
 
"Jadi, kami mendorong calon jemaah haji untuk vaksin dan tidak menunggu edaran dari Dirjen," kata Hilman. 
 
Menurutnya, penting untuk mengingatkan calon jemaah haji untuk segera melakukan vaksin dosis kedua dan booster. Ia mewanti-wanti jangan sampai jemaah yang hendak berangkat justru terkendala lantaran abai.
 
"Itu sudah menjadi persyaratan mutlak dari pemerintah Saudi Arabia. Kita ingin menata jemaah dan petugas, lalu kapan vaksin, juga pembagian kloter. Ini mengingat jumlah jemaah haji di Jatim merupakan yang terbesar kedua di Indonesia," kata Hilman.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif