Pasar hewan di Jepara nampak lengang setelah ditemukan ratusan hewan terpapar PMK. Medcom.id/ Istimewa.
Pasar hewan di Jepara nampak lengang setelah ditemukan ratusan hewan terpapar PMK. Medcom.id/ Istimewa.

139 Hewan Ternak di Jepara Terpapar PMK

Rhobi Shani • 02 Juni 2022 15:28
Jepara: Temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti sapi di Kabupaten Jepara, Jawa Tegah, terus bertambah. Sampai saat ini, sudah ada 139 hewan ternak terpapar.
 
Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya mati dan dua ekor sembuh. Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPP Jepara, Zamroni Leistiaza, mengatakan 139 hewan ternak itu terdiri 114 ekor sapi dan 25 ekor kerbau. 
 
“Hewan yang terpapar tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Keling 6 ekor, 55 ekor di Kembang, 32 ekor di Bangsri, 3 ekor di Pakis Aji, 8 ekor di Batealit, satu ekor di Tahunan, 9 ekor di Kedung dan 25 ekor di Welahan,” urai Zamroni, Kamis, 2 Juni 2022.

Wabah PMK masuk di Jepara pada akhir Mei 2022. Hewan ternak terpapar PMK kali pertama ditemukan di Desa Sowan Kidul Kecamatan Kedung.
 
Baca: Ribuan Ternak di Kabupaten Bandung Suspek PMK, 12 Sapi Mati
 
Untuk memutus penularan PMK, DKPP membatasi distribusi jual beli hewan ternak. Salah satunya dengan menutup pasar hewan selama tiga pekan.
 
Ada tiga pasar yang ditutup, yaitu Pasar Pon di Kecamatan Bangsri, Pasar Legi di Kecamatan Keling dan Pasar Wage di Kecamatan Mayong.
 
“Mulai kemarin, di Pasar Pon Bangsri sudah kita tutup. Hari ini di Pasar Wage Mayong. Kita tutup selama tiga pekan, karena masa inkubasi PMK ini sekitar 14 hari,” ujar Zamroni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan