Bandung: Sebanyak 1.276 sapi di Kabupaten Bandung diduga terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebanyak 12 ekor di antaranya mati usai menjalani karantina.
"Penyebaran memang cepat sekali, data per 30 Mei 2022, ada 1.276 ekor hewan yang suspek," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umara, saat dihubungi, Kamis, 2 Juni 2022.
Tisna mengungkapkan jenis sapi perah menjadi hewan suspek paling banyak, yakni 1.050 ekor. Kemudian, sapi potong 212 ekor, domba 11 ekor, dan kerbau 3 ekor.
"Kalau kambing di data kita masih belum ada (yang mati), nol," ujar Tisna.
Saat ini terdapat 203 hewan ternak suspek PMK. Ia memastikan ratusan hewan tersebut dalam kondisi membaik.
"Selain 12 ekor mati, ada 10 yang dipotong paksa," lanjutnya.
Baca: 229 Sapi Terpapar PMK, KUD Probolinggo Terapkan Lockdown
Tisna menambahkan pengobatan masih terbentur dengan anggaran dan suplai dari pemerintah pusat. Pasalnya, Pemkab Bandung belum membuat anggaran khusus terkait wabah PMK.
"Kita kemarin memang gerak cepatnya ada penggeseran anggaran, yang sakit itu disuruh vaksinnya, tapi masih konsultasi ke pemerintah pusat, ada dua opsi, bikin sendiri atau impor dari Jerman," ucap dia.
Pemkab Bandung terus berupaya mengajukan untuk mendapatkan vaksin. Terlebih, kasus PMK terus melesat dan khawatir semakin banyak hewan ternak terpapar khususnya menjelang Iduladha.
"Kita belum tahu ini dapat vaksin itu berapa dan kapan, kita masih terus masih minta ke pusat melalui provinsi. Yang sekarang dibutuhkan itu antibiotik, karena yang sakit itu kalau dibiarkan akan parah bisa mengakibatkan kematian apa lagi di anak-anak sapi, itu sangat riskan," ungkapnya.
Bandung: Sebanyak 1.276 sapi di Kabupaten
Bandung diduga terpapar
penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebanyak 12 ekor di antaranya mati usai menjalani karantina.
"Penyebaran memang cepat sekali, data per 30 Mei 2022, ada 1.276 ekor hewan yang suspek," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umara, saat dihubungi, Kamis, 2 Juni 2022.
Tisna mengungkapkan jenis sapi perah menjadi hewan suspek paling banyak, yakni 1.050 ekor. Kemudian,
sapi potong 212 ekor, domba 11 ekor, dan kerbau 3 ekor.
"Kalau kambing di data kita masih belum ada (yang mati), nol," ujar Tisna.
Saat ini terdapat 203 hewan ternak suspek PMK. Ia memastikan ratusan hewan tersebut dalam kondisi membaik.
"Selain 12 ekor mati, ada 10 yang dipotong paksa," lanjutnya.
Baca:
229 Sapi Terpapar PMK, KUD Probolinggo Terapkan Lockdown
Tisna menambahkan pengobatan masih terbentur dengan anggaran dan suplai dari pemerintah pusat. Pasalnya, Pemkab Bandung belum membuat anggaran khusus terkait wabah PMK.
"Kita kemarin memang gerak cepatnya ada penggeseran anggaran, yang sakit itu disuruh vaksinnya, tapi masih konsultasi ke pemerintah pusat, ada dua opsi, bikin sendiri atau impor dari Jerman," ucap dia.
Pemkab Bandung terus berupaya mengajukan untuk mendapatkan vaksin. Terlebih, kasus PMK terus melesat dan khawatir semakin banyak hewan ternak terpapar khususnya menjelang Iduladha.
"Kita belum tahu ini dapat vaksin itu berapa dan kapan, kita masih terus masih minta ke pusat melalui provinsi. Yang sekarang dibutuhkan itu antibiotik, karena yang sakit itu kalau dibiarkan akan parah bisa mengakibatkan kematian apa lagi di anak-anak sapi, itu sangat riskan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NUR)