Kapal nelayan peserta larungan di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/ Rhobi Shani
Kapal nelayan peserta larungan di Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/ Rhobi Shani

Larungan dan Pesta Lomban Kembali Digelar di Jepara

Nasional nelayan tradisi
Rhobi Shani • 05 Mei 2022 16:46
Jepara: Masyarakat pesisir pantai di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki tradisi Larungan dan Pesta Lomban.
 
Tradisi itu dilaksanakan pada tujuh hari setelah Lebaran. Sejak dua tahun terakhir, tradisi Larungan diselenggagakan secara sederhana. Sementara tradisi Pesta Lomban ditiadakan lantaran pandemi covid-19.
 
Baca: Tradisi Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta Digelar Tanpa Perebutan Gunungan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini tradisi Larungan dan Pesta Lombam akan dihelat secara meriah. Rangkaian tardisi Larungan akan dilaksanakan sama seperti sebelum pandemi covid-19. Itu ziarah makam leluhur, pemotongan kerbau, dan pentas wayang kulit.
 
Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan Larungan dan Pesta Lomban akan diselenggagakan pada awal pekan depan, Senin, 9 Mei 2022. Tradisi Larungan akan diawali dengan berziarah ke makam leluhur Kelurahan Ujungbatu. Lalu dilanjutkan pemotongan kerbau di rumah pemotongan hewan.
 
"Kerbau yang disembelih dagingnya dimasak untuk dimakan bersama-sama seluruh warga pada malam hari saat pertunjukan wayang kulit. Kemudian pagi harinya, kepala kerbau dilarung ke tengah laut," kata Dian dalam keterangan pers, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Usai larung kepala kerbau dilanjutkan dengan tradisi Lomban di Pantai Kartini. Festival Kupat Lepet tahun ini kembali dihadirkan diperhelatan Lomban. Dua gunungan ketupat dan lepet disiapkan. Nantinya, gunungan ketupat dan lepet akan diperebutkan warga.
 
Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Jepara, Kustam Erey Kristiawan, mengatakan sejumlah atraksi kesenian telah disiapkan untuk memeriahkan Festival Kupat Lepet tahun ini. Itu seperti tari-tarian dan kesenian kentrung.
 
“Ada tari gambyong untuk penyambutan, tari kupat lepet, juga ada seni bela diri pencak silat yang akan menampilkan atraksi simbol kekuatan nelayan,” jelas Kustam.
 
Sebagai penutup, usai sajian atraksi kesenian dua gunungan ketupat dan lepet dimunculkan. Selanjutnya, ketupat dan lepet jadi rebutan warga.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif