Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara,. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.
Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara,. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/wsj.

69 Orang Korban Banjir Luwu Utara Masih Dicari

Muhammad Syawaluddin • 16 Juli 2020 13:29
Makassar: Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menyebabkan 24 orang meninggal. Sedangkan, 69 orang lainnya masih hilang. 
 
"Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang. Dari data yang ada, 69 orang yang hilang, kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar, Kamis, 16 Juli 2020. 
 
Muslim menuturkan, BPBD dan Kantor Pencarian dan Pertolongan sudah mengerahkan petugas untuk menemukan warga yang dilaporkan hilang. Sementara itu, sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses jalan trans Sulawesi yang tertimbun lumpur. 

Data BPBD mencatat, banjir memaksa 156 kepala keluarga yang terdiri atas 655 orang mengungsi. Banjir juga berdampak pada 4.202 keluarga yang terdiri atas 15.994 orang.
 
"Ada 39 titik pengungsian korban banjir di Luwu Utara. Pemerintah daerah menyiapkan 20 tempat pengungsian bagi korban banjir," imbuh Muslim.
 
Baca: SAR Lanjutkan Pencarian 15 Korban Banjir Luwu Utara
 
Dia menerangkan, korban banjir masih membutuhkan bantuan makanan hingga dua atau tiga hari ke depan. Selain itu pengungsi juga membutuhkan perangkat sanitasi portabel dan alat berat untuk membersihkan area terdampak banjir.
 
"Kenapa ini penting karena kita sekarang semua infrastruktur rusak, termasuk sanitasi karena itu sanitasi portabel dibutuhkan. Karena sering mati (listrik), maka kita butuh lampu portabel," kata Muslim.
 
Banjir melanda Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat di Kabupaten Luwu Utara, pada Senin, 13 Juli 2020. Banjir menyebabkan 4.930 rumah terendam, 10 rumah hanyut, 213 rumah dan satu kator Koramil 1403-11 tertimbun pasir bercampur lumpur, satu Kantor Koramil 1403-11, jembatan antar desa terputus, dan jalan lintas provinsi tertimbun lumpur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>