Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Pengunjung Gunung Bromo Dibatasi

Nasional gunung bromo New Normal Kenormalan Baru
Daviq Umar Al Faruq • 26 Agustus 2020 14:04
Malang: Wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali dibuka untuk wisatawan di tengah pandemi covid-19 pada 28 Agustus 2020. Namun, jumlah wisatawan dibatasi agar tidak menimbulkan kerumunan.
 
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), John Kennedie, mengatakan, pada tahap pertama, wisata Gunung Bromo dibuka untuk 20 persen wisatawan dari jumlah total kapasitas.
 
"Setiap minggu akan dilakukan evaluasi bertahap. Jika aman dan tidak ada klaster baru, akan bertahap kita tambah menjadi 30 persen sampai nanti 50 persen," kata John, Rabu, 26 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan wisatawan yang datang akan dibagi untuk tiap zona. Perinciannya, di kawasan Penanjakan dibatasi sebanyak 178 wisatawan per hari dari total kapasitas 892 orang, dan kawasan Bukit Cinta, sebanyak 28 wisatawan per hari, dari total kapasitas 141 orang.
 
Kemudian, di Bukit Kedaluh sebanyak 86 wisatawan per hari, dari total kapasitas 434 orang; kawasan Savana Teletubbies 347 wisatawan per hari dari total kapasitas 1.735 orang; dan kawasan Mentigen sebanyak 100 wisatawan per hari dari total kapasitas 500 orang.
 
Baca juga:Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Rampas Harta Korban
 
Sementara itu, harga tiket masuk wisata Gunung Bromo tidak mengalami perubahan. Antara lain Rp29 ribu untuk hari biasa dan Rp34 ribu untuk hari libur bagi wisatawan lokal. Sedangkan, harga tiket untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp220 ribu untuk hari biasa dan Rp320 ribu untuk hari libur.
 
"Pendaftaran 100 persen online. Beli dan bayar tiketnya secara online. Tidak ada uang berceceran di pintu masuk. Semua booking, dia bayar, dia tunjukkan buktinya. Harga tiket sesuai aturan menteri, tidak ada perubahan," jelasnya.
 
John berharap dibukanya kembali wisata Gunung Bromo tidak menimbulkan munculnya klaster penyebaran covid-19 baru. Ia memastikan penerapan protokol kesehatan bakal diperketat.
 
"Nanti di sana ada tim medisnya, ambulans. Berbeda dengan dahulu. Saya juga akan memberikan pembekalan ke petugas, jangan sampai kami mengetatkan pengunjung, tapi kita tidak. Kita berdoa bisa lancar. Nanti sepekan kita evaluasi. Ekonomi harus jalan, akan tetapi kesehatan juga paling penting," tegasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif