Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Baru 3.900 Warga Malang Isi Sensus Penduduk Online

Nasional Sensus Penduduk
Daviq Umar Al Faruq • 03 Maret 2020 12:32
Malang: Tingkat partisipasi warga Kota Malang, Jawa Timur, untuk mengisi data Sensus Penduduk Online 2020 terhitung rendah. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), baru 3.900 keluarga yang telah mengisi data sensus secara daring.
 
"Di Kota Malang itu ada kurang lebih 300 ribu keluarga. Kami harapkan 120 ribuan keluarga mengikuti sensus online. Tapi yang sudah, baru 3.900 keluarga, jadi masih jauh," kata Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Maret 2020.
 
Baca: 4,3 Juta Orang Sudah Akses Sensus Penduduk 2020

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sunaryo menilai mayoritas masyarakat Kota Malang paham dengan teknologi informasi dan memiliki tingkat pendidikan tinggi. Sehingga diharapkan masyarakat Kota Malang bisa berpartisipasi dalam Sensus Penduduk Online 2020.
 
"Data BPS itu bermanfaat untuk kita semua. Kami mengharapkan tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi daripada kota-kota lainnya, karena masyarakat Kota Malang lebih melek IT," jelas Sunaryo.
 
Sunaryo menargetkan dalam satu bulan kedepan hingga 31 Maret 2020, tingkat partisipasi masyarakat Kota Malang dalam mengisi data Sensus Penduduk Online meningkat. Pihaknya menargetkan 40 persen lebih warga Kota Malang mengisi data sensus secara daring.
 
"Waktunya hanya membutuhkan sekitar lima menit. Jika anggota keluarganya empat, sekitar 20-25 menit. Kami minta kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus online ini," ungkap Sunaryo.
 
Sebelumnya Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta seluruh warga untuk ikut mensukseskan sensus penduduk online ini. Salah satunya dengan menekankan kejujuran saat melakukan pengisian data sensus.
 
"Harus diisi sejujur mungkin. Apapun canggihnya IT, disaat manusianya tidak jujur, maka akan menjadi database yang tidak akurat. Karena database awal ini perlu akurasi data, maka ini dilihat kejujuran orang," kata Sutiaji.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif