Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung saat melakukan ekspedisi Sungai Ciliwung selama dua hari. (Dok Istimewa)
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung saat melakukan ekspedisi Sungai Ciliwung selama dua hari. (Dok Istimewa)

Susur Ciliwung, Bima Arya Catat Temuan soal Banjir

Nasional banjir sungai ciliwung Bima Arya Sugiarto
Rizky Dewantara • 12 November 2020 14:11
Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komunitas Peduli Ciliwung menuntaskan ekspedisi menyusuri sungai Ciliwung sepanjang 70 kilometer. Bima menyusuri menggunakan perahu karet dalam waktu 16 jam, selama dua hari.
 
"Pintu Air Manggarai Jakarta menjadi titik akhir ekspedisi kami. Kita banyak mencatat, sepanjang perjalanan dari Bogor pada Selasa, 10 November 2020, semuanya sudah kami rekam seperti titik pembuangan sampah dan limbah. Ada ratusan titik yang kita temukan," ujar Bima di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 November 2020.
 
Pihaknya menemukan banyak titik yang menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah. Dari Bogor sampai Depok ada 34 titik, namun dari Depok sampai Manggarai ada ratusan titik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian ada limbah yang dibuang langsung ke sungai, kebanyakan pabrik tahu. Dari Bogor sampai Depok ada 11 pabrik tahu, dari Depok sampai Jakarta ada belasan juga," bebernya.
 
Lebih lanjut, pihaknya mempertanyakan anggapan orang perihal banjir kiriman dari Bogor. Dia menilai, anggapan itu harus dituntaskan dengan melihat data seberapa besar kiriman banjir dari Bogor dan penyumbang banjir di Jakarta.
 
"Jika kita lihat datanya, ternyata sebagian besar sampah dan limbah lokasinya dari Depok ke Jakarta. Kalau dari Bogor sampai Depok vegetasinya masih hijau," akunya.
 
Baca:Pemprov DKI Diminta Fokus Bangun Infrastruktur untuk Antisipasi Banjir
 
Bima menyatakan, untuk mengatasi sungai Ciliwung merupakan urusan bersama. Dia menerangkan, tugas semua pihak untuk bergotongroyong dari hulu ke hilir agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor.
 
"Jadi kesimpulannya kalau kita tidak serius, kalau kita tidak kerja sama, akan begini-begini saja. Ketika dari Depok ke Jakarta itu airnya semakin bau dan berwarna cokelat ditambah sisi kiri kanannya banyak timbunan sampah, baik yang dibawa banjir maupun sampah dari warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai," bebernya.
 
Dia mengajak semua pihak serius bersama-sama membuat Ciliwung bersih. Sehingga air bisa terserap di hulu yakni Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok. Maka aliran air yang tiba di Jakarta semakin berkurang.
 
Baca:Antisipasi Banjir, Delapan Waduk di Jakarta Dikeruk
 
"Dari data yang kami dapat akan kami sampaikan kepada kepala daerah masing-masing. Kelihatannya kita perlu banyak dibantu juga di wilayah Depok. Karena kalau Depok sampai Jakarta ini tergarap, banjir Jakarta akan jauh lebih berkurang,” terang Bima.
 
Ia menambahkan, di Kota Bogor sudah melakukan sejumlah program terkait lingkungan. Selain menerapkan program pengurangan penggunaan kantong plastik di retail modern, juga membentuk Satgas Ciliwung.
 
“Kami melakukan apa yang bisa dilakukan di Kota Bogor. Ada Satgas Ciliwung yang tugasnya bersihkan sampah, normalisasi saluran air, edukasi kepada warga," ucapnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif