Evakuasi warga terdampak guguran awan panas Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jatim. DOK BNPB
Evakuasi warga terdampak guguran awan panas Gunung Semeru Kabupaten Lumajang Jatim. DOK BNPB

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter

Nasional gunung meletus erupsi gunung gunung semeru
Lukman Diah Sari • 01 Desember 2020 10:59
Jakarta: Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa, 1 Desember 2020. Awan panas guguran Gunung Semeru berjarak luncur 2.000 menter ke arah Besuk Koboan.
 
“Peristiwa tersebut termonitor oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sekitar pukul 23.35 WIB, terlihat secara visual guguran lava pijar dari ujung lidah lava, perkiraan sejauh 1.000 meter. Sedangkan awan panas guguran tampak pada 01.23 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya pada pukul 02.00 WIB, awan panas guguran sudah mencapai 3.000 meter," terangnya.
 
Sementara itu, sekitar pukul 03.00 WIB, BPBD setempat melaporkan hujan yang bercampur abu vulkanik berlangsur dan turun di sekitar pos pengamatan. Kondisi ini diperkirakan potensi lahar panas cukup kuat. 
 
Baca: Gunung Semeru Luncurkan Guguran Lava Pijar
 
"Saat awan panas guguran masih berlangsung, masyarakat yang berada di KRB wilayah Kamar A, Curah Koboan dan Rowobaung di wilayah Kecamatan Pronojiwo mulai melakukan evakuasi secara mandiri," terangnya. 
 
Tim reaksi cepat (TRC) mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik saat peristiwa vulkanik. Selain itu, upaya evakuasi warga tetap dilakukan. TRC pun menurunkan satu tim untuk membawa peralatan dan perlengkapan, seperti terpal,  matras,  masker,  paket lauk pauk,  tambahan gizi,  selimut,  air mineral dan P3K.
 
"Jumlah warga yang mengungsi sebanyak 500 jiwa yang tersebar di beberapa titik, seperti di Pos Gunung Sawur, SD Supiturang dan masjid setempat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru," jelasnya.
 
Pihaknya meminta sasyarakat Dusun Curah Koboan, Desa Supiturang dan Dusun Rowobaung, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, serta Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro untuk keluar rumah. Karena potensi lahar panas yang dapat menerjang, akibat dipicu oleh potensi hujan.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif