Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polisi Kejar Penikam Pekerja Bangunan di Wamena

Nasional penusukan penikaman
Antara • 13 Oktober 2019 16:26
Wamena: Aparat Kepolisian Resor Jayawijaya Provinsi Papua memastikan tetap mengejar pelaku penikaman yang terjadi di distrik Wouma, Wamena yang menyebabkan seorang pria tewas.
Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan pascakerusuhan 23 September 2019 pihaknya melakukan pengamanan maksimal.
 
"Namun masih kecolongan dengan aksi ini. Tetapi yang pasti kita akan melakukan pengejaran terhadap pelaku," kata Tonny di Wamena, Minggu, 13 September 2019.
 
Tonny menjelaskan penikaman maut itu terjadi di daerah Wouma yang oleh kepolisian sudah dicap sebagai daerah merah dengan aksi kejahatan. Pascakerusuhan 23 September, sejumlah orang dibakar hingga meninggal di sekitaran Wouma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara warga yang berdagang di Pasar Wouma belum kembali karena tempat usahanya dibakar. Kita belum mengetahui motif dibalik penikaman, tetapi kami berupaya ungkap kasus ini," jelas Tonny.
 
Tonny mengajak keluarga korban tidak terpancing serta melakukan perbuatan melawan hukum. Tonny memastikan kasus ini ditangani polri secara serius.
 
"Karena kasus ini adalah murni kriminal, sehingga akan ditangani kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas," tegas Tonny.
 
Sebelumnya seorang pekerja bangunan tewas ditikam oleh orang tak dikenal di Wamena, Sabtu, 12 Oktober 2019. Korban diketahui sedang mengerjakan fasilitas kamar mandi Gereja Katolik di Woma, Wamena.
 
Pekerja bangunan yang tewas tersebut diketahui bernama Deri Datu Padang, 30, warga asal Toraja, Sulawesi Selatan.
 
Kapolda Papua Papua Irjen Paulus Waterpauw menjelaskan bahwa wilayah Woma dan sekitarnya memang cukup rawan. Lokasi itu sebelumnya padat dengan ruko-ruko dan pusat usaha ekonomi lainnya. Namun kini tinggal menyisakan puing lantaran dibakar habis oleh massa saat kerusuhan melanda Wamena, Senin, 23 September 2019.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif