Serang: Penyegelan peternakan di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, beberapa hari lalu berdampak pada hewan ternak.
Penjaga kandang ayam petelur PT Suberejeki Baru Semesta, Ariah, mengatakan ada sekitar 5 ton telur busuk dan ratusan ekor ayam mati.
"Jadi seminggu yang lalu Dinas Sat Pol PP Kabupaten Serang ke sini, dan meminta karyawan semua keluar dari kandang karena mau disegel. Mesin air dimatikan dan pakan tidak bisa diberikan karena tidak ada orang yang berjaga di lokasi," kata Ariah di Serang, Kamis, 27 Juli 2023.
Ariah menjelaskan sejak disegel seminggu yang lalu, hewan ternak di lokasi tidak mendapat pasokan air dan makanan lantaran seluruh karyawan dilarang berada di lokasi usai perusahaan telur itu disebut melanggar peraturan daerah (Perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Menurut Ariah baru hari ini kandang ternak ayam diperbolehkan kembali beraktivitas, namun sebatas memberi pakan dan mengeluarkan telur.
"Satpol PP akhirnya mengeluarkan surat perintah pengosongan kandang. Termasuk diperbolehkan memberi makan dan membereskan telur. Tapi saat dibuka, posisi ayam banyak yang mati, telur sudah busuk semua," jelasnya.
Tidak hanya ayam dan telur, dampak penyegelan juga dirasakan oleh puluhan pekerja di ternak ayam. Mereka terpaksa kehilangan mata pencaharian usai 7 tahun bekerja.
"Di sini warga lokal wilayah ini semua. Total 45 orang, mayoritas ibu-ibu semua. Nangis, saat saya sampaikan bahwa perusahaan gulung tikar," ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti, menegaskan pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang agar produksi telur di Banten tidak terganggu dengan aturan daerah.
"Saat ini Banten tengah melakukan upaya pengendalian inflasi semaksimal mungkin. Keberadaan pasokan komoditi, terutama telur tentu sangat penting. Jika peternak dihentikan produksinya efeknya pasti berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditi yang lain," ungkap Virogjanti.
Serang: Penyegelan
peternakan di Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang,
Banten, beberapa hari lalu berdampak pada hewan ternak.
Penjaga kandang ayam petelur PT Suberejeki Baru Semesta, Ariah, mengatakan ada sekitar 5 ton telur busuk dan ratusan ekor
ayam mati.
"Jadi seminggu yang lalu Dinas Sat Pol PP Kabupaten Serang ke sini, dan meminta karyawan semua keluar dari kandang karena mau disegel. Mesin air dimatikan dan pakan tidak bisa diberikan karena tidak ada orang yang berjaga di lokasi," kata Ariah di Serang, Kamis, 27 Juli 2023.
Ariah menjelaskan sejak disegel seminggu yang lalu, hewan ternak di lokasi tidak mendapat pasokan air dan makanan lantaran seluruh karyawan dilarang berada di lokasi usai perusahaan telur itu disebut melanggar peraturan daerah (Perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Menurut Ariah baru hari ini kandang ternak ayam diperbolehkan kembali beraktivitas, namun sebatas memberi pakan dan mengeluarkan telur.
"Satpol PP akhirnya mengeluarkan surat perintah pengosongan kandang. Termasuk diperbolehkan memberi makan dan membereskan telur. Tapi saat dibuka, posisi ayam banyak yang mati, telur sudah busuk semua," jelasnya.
Tidak hanya ayam dan telur, dampak penyegelan juga dirasakan oleh puluhan pekerja di ternak ayam. Mereka terpaksa kehilangan mata pencaharian usai 7 tahun bekerja.
"Di sini warga lokal wilayah ini semua. Total 45 orang, mayoritas ibu-ibu semua. Nangis, saat saya sampaikan bahwa perusahaan gulung tikar," ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti, menegaskan pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang agar produksi telur di Banten tidak terganggu dengan aturan daerah.
"Saat ini Banten tengah melakukan upaya pengendalian inflasi semaksimal mungkin. Keberadaan pasokan komoditi, terutama telur tentu sangat penting. Jika peternak dihentikan produksinya efeknya pasti berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditi yang lain," ungkap Virogjanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)