Tangkapan layar video penangkapan lumba-lumba (Foto / Metro TV)
Tangkapan layar video penangkapan lumba-lumba (Foto / Metro TV)

Pengakuan Nakhoda usai Tangkap Kawanan Lumba-Lumba di Perairan Pacitan

Nasional satwa Hewan Dilindungi Satwa Langka Lumba-Lumba Jawa Timur
Antara • 12 Januari 2022 07:58
Pacitan: JW alias JB, 35, nakhoda KM Restu yang ditetapkan tersangka tunggal dalam kasus penangkapan tujuh ekor lumba-lumba di Perairan Pacitan, Jawa Timur, mengaku iseng dan tak memiliki motif apa pun saat mengambil gambar video mamalia laut jenis lumba-lumba berputar atau spinner dolphin yang terjerat jaring purse seine mereka.
 
"Hanya iseng saja. Tidak ada motif apa pun," jawab JW saat ditanya awak media di akhir sesi penyampaian keterangan pers oleh Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono di Pacitan, Selasa, 11 Januari 2022.
 
Ia tidak menyadari tindakan gegabahnya bakal menjadi masalah besar baginya dan seluruh kru. JW takjub, lalu spontan ingin mengambil gambar dalam bentuk foto dan video, dari belakang kemudi kapal ke arah tujuh lumba-lumba yang tergeletak di atas geladak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena (saya) tidak pernah mendapati lumba-lumba terperangkap jaring. Apalagi jumlahnya sampai tujuh ekor," tuturnya.
 
Baca juga: Salah Tangkap Lumba-Lumba, Nakhoda Kapal Jadi Tersangka
 
Spontan konten tersebut dia unggah ke media sosial. Hanya hitungan menit, unggahan foto dan video JW dengan cepat menyebar luas di media sosial, baik di facebook, instagram hingga saluran percakapan whatsapp dan aplikasi lainnya.
 
Warganet pun gempar. Para nelayan yang terlibat dalam kejadian 'penangkapan' lumba-lumba jenis Long-beaked dolphin atau spinner dolphin dituding sengaja melakukan perburuan, bahkan membantainya. Padahal lumba-lumba jenis mamalia laut dilindungi.
 
"Ya, saya heran saja gitu. Karena kan tidak pernah terkena seperti itu. Baru pertama kali, biasanya tidak pernah," ungkapnya.
 
Polisi tak tinggal diam. Penyelidikan segera dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.
 
Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Diprediksi Melanda Sejumlah Provinsi
 
Bahkan kapal yang diduga membawa lumba-lumba tersebut dicegat sebelum sempat mendarat. Hanya saja tidak ditemukan barang bukti.
 
Juru mudi atau nakhoda KM Restu berinisial JW alias BJ kemudian ditetapkan sebagai tersangka utama. Namun pasalnya bukan karena sengaja memimpin perburuan lumba-lumba ataupun tidak sengaja tertangkap lalu melakukan pembiaran hingga lumba-lumba mati, melainkan karena melakukan illegal fishing.
 
JW juga dibidik dengan Undang-undang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistem terkait kasus penangkapan tujuh lumba-lumba. 
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif